Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Banyak Pedagang TBS Belum Pindah ke Lahan Parkir Pasar Banjarejo

Eks Pedagang TBS yang menempati kawasan parkir Pasar Banjarejo 1.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Tempat parkir di Pasar Banjarejo Kabupaten Bojonegoro berbeda dari biasanya. Siang tadi aktivitas di tempat parkir pasar yang direnovasi dan diresmikan pada Januari 2021 itu terlihat lebih hidup dengan aktivitas sejumlah pedagang sayur dan beberapa pedagang kaki lima (PKL).

Sejumlah pedagang yang ada di tempat parkir Pasar Banjarejo 1 itu merupakan pindahan dari Taman Bengawan Solo (TBS). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro pada Rabu (29/9/2021) telah menertibkan PKL di kawasan tanggul Sungai Bengawan Solo karena lahan tersebut dikembalikan fungsinya untuk tanggul dan taman.

Menurut Staf Keamanan Pasar Banjarejo 1, Lilik, seharusnya ada sebanyak 20 orang pemilik warung kopi yang direlokasi dari TBS yang menempati lahan parkir Pasar Banjarejo 1, namun baru ada 1 orang yang pindah. Kemudian, pedagang sayur ada 11 dan baru pindah empat orang pedagang. Selain itu, ada penjual ayam lima orang dan penjual burung 2 orang.

“Seharusnya tanggal 21 September 2021 lalu para pedagang di TBS sudah pindah ke lokasi parkir pasar. Tetapi ada salah satu orang yang menghalangi pindah dan yang lain ikut,” ujarnya, Senin (4/10/2021).

Sementara salah seorang pedagang eks TBS yang sudah pindah ke lahan parkir Pasar Banjarejo 1, Kastik (49) Warga Desa Pacing Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban mengatakan, keputusannya untuk pindah lokasi jualan tersebut dilakukan setelah mendapat surat dari Pemkab Bojonegoro soal relokasi PKL di di TBS.

“Sejak ada surat dari Pemkab dan rapat bersama, saya langsung putuskan untuk pindah jualan sesuai dengan saran dari Pemkab Bojonegoro,” ujarnya.

Sebelumnya dia berjualan di TBS sebelah timur sekitar pasar burung. Kastik sudah berjualan kopi maupun makanan ringan lima tahun belakangan. Warung di TBS itu sudah ditempati turun temurun dari keluarganya. Meski sudah lama menempati kawasan TBS, namun ia merasa pilihannya untuk pindah juga bukan sesuatu yang keliru.

“Sudah hampir 3 bulan di sini (lahan parkir Pasar Banjarejo 1), setelah dapat surat pemberitahuan dari Pemkab. Dari awal memang belum ada pelanggan di sini, tapi kalau karakter pembeli di sini bukan pelanggan, tapi gonta-ganti orang,” jelasnya.

Dia menambahkan, meski hanya menggunakan meja dan kursi dasaran sederhana tetapi untuk fasilitas yang disediakan menurutnya sudah cukup. Salah satunya sudah ada fasilitas air bersih. Bahkan, dari penghasilan hariannya sendiri, dia mengaku lebih banyak saat bertempat di parkir pasar Banjarejo. “Ada selisih lebih banyak pendapatan di sini,” pungkasnya.

Sementara menurut Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, Sukaemi, penertiban bangunan di TBS itu sudah sesuai hasil keputusan bersama OPD terkait maupun pedagang TBS. Sukaemi mengungkap, pada Juni dan September 2021 sudah melakukan rapat bersama OPD terkait dan juga pedagang TBS.

Dari hasil tersebut, Sukaemi menjelaskan, sebanyak 88 pedagang TBS akan difasilitasi ke Pasar Wisata yang selesai di bangun Desember 2021, nantinya di tempat tersebut para pedagang tidak membeli namun hanya menyewa setiap bulan dengan biaya yang menurutnya murah.

“Pedagang sudah sepakat menempati halaman parkir belakang Pasar Banjarejo. Sudah diundi saat itu, namun ada yang ijin tidak menempati karena berjualan di tempat lain,” ungkapnya.

Sukaemi menyampaikan, relokasi pedagang di kawasan TBS itu mengingat Tanggul Bengawan Solo akan dikembalikan fungsinya untuk tanggul dan taman. Selain itu, pedagang TBS tidak tercatat sebagai pedagang Pasar Bojonegoro dan tidak membayar kewajiban sewa/retribusi kepada siapapun sehingga perlu mendapat perhatian dari Pemkab Bojonegoro. [lus/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar