Politik Pemerintahan

Bantuan Sosial Covid-19 Pemkab Jember Belum Merata

Rully Akbar, peneliti senior LSI Denny JA

Jember (beritajatim.com) – Bantuan sosial (bansos) yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam rangka penanganan Covid-19 masih belum merata. Padahal Pemkab Jember mengalokasikan anggaran Rp 479,5 miliar untuk penanganan pandemi.

Demikian hasil jajak pendapat yang dilakukan Citra Publik – LSI Denny JA.Survei ini dilakukan secara tatap muka, dengan protokol kesehatan yang ketat pada 9-13 Juli 2020, dan menggunakan seribu responden yang tersebar di seluruh kecamatan. Margin of error (MoE) sebesar kurang lebih 3,16 persen. Selain survei kuantitatif, LSI Denny JA juga menggunakan riset kualitatif untuk memperkuat temuan dan Analisa.

“Mayoritas publik, yakni 57,2 persen menyatakan tidak pernah mendapat bantuan sosial. Mereka yang menyatakan pernah mendapat bantuan sebesar 30,3 persen dan 12,5 persen tidak menjawab,” kata Rully Akbar, peneliti senior LSI Denny JA, dalam konferensi pers di Hotel Aston, Kabupaten Jember, Selasa (28/7/2020).

Menurut Rully, bantuan sosial seharusnya lebih massif dan tepat sasaran. “Ketika anggarannya besar, seharusnya bisa memiliki dampak ekonomi lebih besar terhadap masyarakat. Tapi ternyata anggapan masyarakat terhadap bantuan sosial ini masih minim sekali. Seharusnya dengan anggaran ini lebih besar lagi,” katanya.

Apalagi berdasarkan survei tersebut, 66,2 persen masyarakat menyatakan kondisi ekonomi mereka saat ini lebih buruk dibandingkan sebelum adanya wabah Covid-19. “Ini berarti masih ada PR besar pemerintah daerah terkait dengan anggaran besar ini,” kata Rully.

Rully menambahkan, pemerintah daerah, terutama yang memiliki nominal tinggi dalam realokasi anggaran untuk kepentingan Covid-19, seharusnya bisa lebih memberikan stimulus dan dampak luar biasa untuk ekonomi masyarakat. “Masyarakat dengan anggaran yang pernah disampaikan pemerintah daerah tidak merasa kondisi ekonomi mereka tidak lebih baik dengan anggaran tersebut,” katanya.

Isu belum meratanya bantuan sosial memang sempat ramai di Jember beberapa waktu lalu. Bahkan potongan video pendek soal pengurus rukun warga di Lingkungan Pattimura, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, yang memprotes Bupati Faida sempat beredar luas, medio Mei dan Juni lalu.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember Gatot Triyono belum mengeluarkan pernyataan sikap resmi terkait hasil survei ini. “Besok saja,” katanya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar