Politik Pemerintahan

Bantuan BNPB Diduga Diselewengkan untuk Kampanye Paslon, Ini Klarifikasi Lucy

Surabaya (beritajatim.com) – Viralnya foto-foto paket bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diduga digunakan untuk kampanye salah satu paslon mulai menemukan jawaban. Kini, di berbagai kanal media sosial dan grup WhatsApp beredar foto Plt Ketua Partai Demokrat Kota Surabaya, Lucy Kurniasari sedang membagikan paket bantuan itu dalam sebuah acara kampanye untuk pemenangan salah satu paslon.

Lucy tampak memakai busana hijau lengan panjang bermotif kuning. Acara dihadiri warga yang sebagian memakai kaos warna-warni khas pendukung paslon. Ada tenda yang dipasang untuk peneduh dari cuaca panas.

Dalam foto, Lucy juga berada di tempat untuk para pembicara. Di belakang para pembicara, ada spanduk jumbo bergambar Machfud-Mujiaman dengan tulisan besar ‘Maju Kotane, Makmur Wargane’.

Kemudian, ada penyerahan paket bantuan tersebut. Lucy dan warga menunjukkan paket bantuan BNPB tersebut. Tak lupa, ada salam dua jari, merujuk pada nomor urut 2 milik salah satu paslon.

Di paket bantuan itu ada tulisan ‘Bantuan Dana Siap Pakai BNPB’. Di BNPB memang ada alokasi anggaran ‘Dana Siap Pakai’ yang digunakan pada saat tanggap darurat bencana. Saat ini sendiri pemerintah telah menyatakan ada bencana pandemi Covid-19.

Sebelumnya, salah seorang warga Surabaya bernama Albert Kurniawan juga telah melapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya, Kamis (19/11/20), atas viralnya foto-foto paket bantuan BNPB untuk kampanye Machfud-Mujiaman. Hanya saja, ketika itu, tak ada foto dalam sebuah acara. Hanya ada foto yang menunjukkan satu truk besar memuat paket bantuan BNPB dan sejumlah orang memakai kaos warna-warni khas pendukung paslon.

Albert mengatakan, beredarnya foto-foto kegiatan kampanye Machfud yang digerakkan Lucy telah menguatkan dugaannya. “Sekarang sudah ada foto-foto baru. Ini bukti dugaan penyelewenangan bantuan BNPB untuk kepentingan politik semakin kuat. Silakan aparat yang berwenang memprosesnya agar tidak mencederai keluhuran demokrasi kita,” kata Albert, Sabtu (28/11/2020).

Lucy Kurniasari yang dikonfirmasi beritajatim.com secara terpisah melalui WhatsApp, mengirimkan rilis klarifikasinya, Sabtu (28/11/2020) malam. Menurut Lucy, bantuan paket BPT dan sembako itu untuk warga terdampak pandemi. BNPB memang memberi 10 ribu paket Bahan Pangan Tambahan (BPT) yang diperuntukan kepada warga terdampak pandemi Covid-19.

Kementerian Kesehatan juga memberi bantuan 20 ribu paket BPT. Paket BPT untuk meningkatkan daya tahan tubuh bagi tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan.

Selain itu, Lucy juga mengaku membagikan 50 ribu paket sembako selama pandemi Covid-19. “Saya sebagai Anggota DPR RI menyalurkan bantuan tersebut kepada warga Surabaya yang benar-benar terdampak, seperti warga yang kehilangan pekerjaan atau yang dirumahkan. Bantuan juga diberikan kepada warga yang benar-benar tidak mampu. Tujuannya agar beban berat terdampak Covid-19 dapat berkurang,” ujarnya.

“Jadi, saya tidak pernah membedakan warga Surabaya apapun aliran politiknya. Selama memenuhi kriteria terdampak Covid-19, saya minta untuk diberikan bantuan paket tersebut,” imbuhnya.

Karena dalam jumlah yang banyak, maka Lucy membagikan paket tersebut melalui relawan dan kecamatan serta bekerjasama dengan RT dan RW.

Para relawan serta RT dan RW baru diberikan bantuan paket itu setelah menunjukkan data warga yang terdampak Covid-19. “Jadi, pembagian paket BPT dan sembako semata bersifat sosial. Siapa saja warga Surabaya yang memenuhi kriteria terdampak Covid-19 diberi bantuan paket tersebut,” pungkas anggota Komisi IX DPR RI dari Dapil Jatim 1 (Surabaya dan Sidoarjo) dan Ning Surabaya tahun 1986 ini. (tok/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar