Politik Pemerintahan

Bantah Bupati Faida, Golkar: Rekom ke Salam-Ifan Tanpa Mahar

Jember (beritajatim.com) – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jawa Timur Muhammad Sarmuji menegaskan, bahwa tidak ada mahar miliaran rupiah yang dipungut dari pasangan Abdus Salam dan Ifan Ariadna untuk memperoleh rekomendasi pencalonan bupati dan wakil bupati, dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember.

“Saya tidak tahu partai mana yang dimaksud (Bupati Faida). Partai Golkar sejak awal sudah menetapkan tanpa mahar, dan bisa ditanyakan ke seluruh calon bupati yang diusung Golkar. Semuanya tanpa mahar. Tidak ada itu kami jual kursi, per kursi berapa,” kata Sarmuji, Rabu (2/9/2020).

Sarmuji menjawab pertanyaan beritajatim.com mengenai pernyataan Bupati Faida soal mahalnya rekomendasi partai politik dalam pemilihan kepala daerah, dalam video yang tengah viral di medis sosial. Dalam video itu, Faida mengatakan, ada perebutan rekomendasi partai politik, sehingga dia pun akhirnya mencalokan diri kembali melalui jalur independen.

Dalam video itu, Faida juga mengomentari soal harga rekomendasi partai yang mencapai miliaran rupiah dibandingkan dengan gaji bupati. “Dan untuk itu saya pastikan, kalau dalam pilkada itu mencari rekom saja perlu uang bermiliar-miliar, sementara gajinya bupati semua orang tahu rata-rata Rp 6 juta, kalau toh ada insentif dan lain-lainnya, dengan biaya yang puluhan miliar itu, saya pastikan sulit untuk menjadi pemimpin yang tegak lurus.”

“Apabila mengawali pencalonan di pilkada dengan cara-cara yang kurang terhormat: membeli kesempatan, membayar kepercayaan, itu bukan suatu awalan yang baik dan saya meyakini tidak akan mendapat rido dari Allah SWT.”

Dengan tanpa mahar, Golkar ingin proses demokrasi dalam kontestasi pilkada lebih berkualitas. “Kedua, tidak manusiawi ketika memungut mahar dalam kontestasi. Peran (politik) itu perlu kami ambil,” kata Sarmuji. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar