Politik Pemerintahan

Banner Heri Cahyono Hiasi Pohon, Ini Kata Bawaslu dan Satpol PP Malang

Malang (beritajatim.com) – Jelang Pilbup Malang 2020, banner bergambar bakal Calon Bupati Malang dari jalur perseorangan, Heri Cahyono, banyak ditemukan terpasang di pohon-pohon di sejumlah jalan protokol di Kabupaten Malang.

Banner yang berwarna biru dengan memuat slogan “Iki Ae Sing Jelas” (Ini Saja Yang Jelas) dengan menampilkan wajah Heri Cahyono atau Sam HC yang mengenakan kopiah, menuai reaksi sejumlah pihak.

Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pro-Desa, Khoesaeri menganggap Banner itu justru mengotori lingkungan. “Bakal Calon Bupati kok tidak peduli lingkungan, peduli pohon, dan peduli kebersihan. Pemasangan banner tersebut jelas melanggar aturan lantaran saat ini belum memasuki masa kampanye,” ungkap Khoesaeri.

Menanggapi hal itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Malang, M Wahyudi, ketika dihubungi awak media malah justru melontarkan tuduhan balik ke media.

“Sampean pesenane sopo, Mas (Anda pesanan siapa, Mas), karena saat ini masih belum ada calon. Kita hanya menunggu masalah pengawasan perbawasluannya tentang permasalahan itu,” kata Wahyudi, Jumat (19/6/2020).

Menurut Wahyudi, pemasangan banner saat masih dalam kewenangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk melakukan penertiban dan Bawaslu masih belum bisa memberikan sanksi.

“Ini kan belum ada calon resmi kan? Ini masih tahap verifikasi faktual. Jadi kalau belum, ya itu semua wewenangnya Satpol PP bukan kami. Tapi, kalau menertibkan ya semuanya, jangan hanya calon Bupati saja,” terangnya.

Terpisah, Sekretaris Satpol PP Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang, menyampaikan pemasangan baner tersebut jelas melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Malang no. 11 tahun 2019.

“Di Perda tersebut semua sudah tertuang, iklan entah itu perumahan ataupun hal yang berbau politik jika di pasang di Pohon atau tiang listrik dilarang,” katanya.

Di sisi lain, Bakal calon Bupati Malang, Heri Cahyono mengaku jika dirinya tidak mengetahui siapa yang melakukan pemasangan banner tersebut dan menolak disebut sebagai pihak yang memasang banner itu.

“Tidak ada komentar. Itu bukan dari kita resmi,” ujarnya.

Pengusaha asal Kasembon ini lagi-lagi belum mengetahui apakah banner itu dipasang oleh tim suksesnya atau tidak, dan siapa yang bertanggung jawab dalam pemasangan banner.

“Sing masang juga gak weruh (Siapa yang memasang juga tidak tahu), kita sudah berkali-kali mengimbau di media sosial,” pungkas Sam HC, sapaan akrab pria yang menggelorakan slogan Malang Jejeg ini. [yog/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar