Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Banjir, Forum LLAJ Lamongan Pasang Tanda Bahaya dan Berlakukan Sistem Satu Arah di Jalan Pucangro

Forum LLAJ Lamongan saat memasang tanda bahaya dan garis pembatas di Jalan Pucangro yang tergenang banjir.

Lamongan (beritajatim.com) – Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan hingga kini tak kunjung surut. Diketahui, banjir ini tak hanya menggenangi lahan pertanian, namun juga permukiman warga, akses jalan, hingga sejumlah fasilitas lainnya.

Selain mengganggu aktifitas warga setempat, banjir juga membuat ruas jalan yang berada di kawasan terdampak menjadi rusak parah, hingga banyak bermunculan lubang yang menganga di jalan.

Lantaran hal tersebut, tak jarang sejumlah warga yang melintas pun harus terperosok dan tergelincir. Bahkan, mesin kendaraan motor para pengguna jalan kerap macet saat menerjang tingginya air banjir.

Kejadian tersebut seperti yang tampak di jalan poros Sukodadi-Paciran, tepatnya di Desa Pucangro Kecamatan Kalitengah, Lamongan. Tiap tahun, jalan tersebut rutin disatroni banjir. Selama sepekan terakhir, ketinggian air yang menggenangi jalan kurang lebih 20-50 cm.

Diketahui, jalan poros tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Sukodadi menuju kawasan wisata yang ada di pesisir utara Lamongan, termasuk Kecamatan Paciran.

Demi mencegah terjadinya kecelakaan agar tak berlarut-larut, akhirnya Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Lamongan memasang rambu tanda bahaya di sejumlah titik jalan poros Desa Pucangro tersebut.

“Kita pasang rambu tanda bahaya dan garis pembatas agar pengendara tidak terperosok di lubang pada jalan yang terendam banjir,” kata Kasatlantas Polres Lamongan, AKP Aristianto Budi Sutrisno, Selasa (25/1/2022).

Menurut AKP Aris, selain rawan menyebabkan kecelakaan, kondisi jalan yang rusak dan terendam banjir ini juga menyebabkan arus kendaraan mengalami kemacetan dan terhambat.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lamongan, Heru Widi mengungkapkan, bahwa demi mengurai kemacetan yang terjadi, pihaknya memberlakukan sistem satu arah.

Sistem satu arah tersebut diberlakukan bagi pengguna jalan yang melintas dari arah selatan menuju ke utara. Sementara yang dari arah utara menuju ke selatan, dialihkan ke jalan alternatif lain.

“Sementara akan kita berlakukan satu jalur untuk mengurai kemacetan. Dari arah Paciran ke selatan akan dialihkan melalui Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng menuju ke Kecamatan Maduran, kemudian ke arah Pucuk,” papar Heru.[riq/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar