Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Bangunan Miliaran Rupiah di Telaga Wahyu Magetan Mangkrak 4 Tahun

Bagian Kios Cinderamata di Telaga Wahyu yang rusak padahal belum ditempati sejak selesai dibangun tahun 2018 lalu. (Foto: Fatihah Ibnu Fiqri)

Magetan (beritajatim.com) – Bangunan Kios Cinderamata, Plaza Kuliner, dan toilet di sebelah timur Telaga Wahyu Magetan mangkrak. Bangunan itu tak digunakan hampir empat tahun. Terlihat bangunan sudah rusak dan jadi sasaran vandalisme.

Pantauan beritajatim.com di lokasi, Jumat (28/1/2022) bangunan kios sudah kotor. Cat mengelupas, plafon sudah bolong, dinding banyak coretan untuk bangunan kios cinderamata dan plaza kuliner. Sementara itu, di toilet, bangunan nyaris tak berfungsi. Bahkan ada satu ruangan toilet yang digunakan sebagai gudang. Ada kayu yang diletakkan di dalam toilet tersebut.

Kabid Pengelolaan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan Eka Radityo beralasan kendala dalam penggunaan gedung itu berada di permasalahan terkait nilai sewa yang dikenakan pada pedagang yang menggunakan. Appraisal sudah diajukan sejak tahun kemarin dan sampai sekarang masih berproses.

”Tapi sudah survei langsung ke sana. Untuk melihat seberapa nilai yang pantas dikenakan untuk para penyewa nantinya. Karena pemerintah tidak bisa sepihak untuk mematok biaya sewa. Harus ada perhitungannya dan yang memiliki kewenangan adalah kantor pelayanan kekayaan negara dan lelang (KPKNL),” kata Eka saat ditemui di kantor Disparbud, Jumat (28/1/2022).

Dia membenarkan jika kondisi bangunan sudah banyak kerusakan. Namun, sampai saat ini pihaknya belum bisa melakukan rehabilitasi. Anggaran senilai Rp 200 juta sudah dialihkan untuk keperluan kesehatan. Sehingga, belum bisa dilakukan rehab pada bangunan senilai Rp 1,1 miliar itu.

”Padahal kami meyakini kalau bangunan itu tak direhab, pedagang juga tak akan mau menempati. Sehingga, perlu waktu juga untuk bisa menggunakannya. Kami tidak tahu seberapa besar kendala yang dihadapi sebelum tahun saya menjabat, yang jelas kami masih berproses di KPKNL untuk penggunaannya,” katanya. (ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar