Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Banggar DPRD Bojonegoro Minta Penundaan Pembahasan KUA-PPAS 2022

Anggota Banggar DPRD Bojonegoro Lasuri.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Anggota Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro Lasuri meminta penundaan pembahasan rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) 2022.

“Kami mengundang banmus untuk menunda pembahasan KUA PPAS 2022 dan dilakukan pembahasan P APBD 2021 dulu agar runtut,” ujarnya, Kamis (2/9/2021).

Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, sebelumnya disepakati pembahasan KUA PPAS 2022 terlebih dahulu baru kemudian dilakukan pembahasan P-APBD 2021. “Dalam menentukan perencanaan anggaran harus dibahas P-APBD tahun berjalan dulu, baru KUA PPAS tahun depan,” jelasnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto mengatakan, untuk bisa menentukan proyeksi anggaran tahun depan pihaknya masih menunggu penetapan P-APBD 2021. Selain itu, juga masih menunggu serapan anggaran tahun ini. Karena besaran silpa menentukan besaran APBD tahun depan.

Namun, prediksinya, besaran APBD Bojonegoro 2022 tidak sebesar tahun ini (sekitar Rp6,2 triliun). “Sebab, pendapatan turun jauh dibanding tahun ini. Baik dari dana transfer pusat maupun dari pendapatan asli daerah (PAD). Proyeksi yang dipasang tahun depan ya itu (Rp 4,1 triliun),” ujarnya.

Sementara Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bojonegoro Luluk Alifah mengatakan, kemungkinan proyeksi besaran APBD 2022 dipasang kurang lebih Rp4,1 triliun. Namun masih akan dibahas lagi dengan banggar DPRD Bojonegoro. [lus/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar