Politik Pemerintahan

Banggar DPR RI Nilai TKDD Belum Efektif Dorong Perekonomian Daerah

Sumenep (beritajatim.com) – Pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah mengungkapkan, sampai saat ini masih banyak kendala dalam manajemen pengelolaan keuangan daerah, baik di APBD maupun Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).

“Saat ini kurang lebih 78 persen APBD habis untuk belanja pegawai dan barang. Sisanya baru digunakan untuk belanja infrastruktur. Karena itu, perlu ditata kembali pengelolaan keuangan daerah khususnya TKDD, disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing,” katanya, Rabu (19/2/2020).

Hal itu diungkapkan Said dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Banggar DPR RI bersama pakar Desentralisasi Fiskal Universitas Andalas, Dr. Hefrizal Handra, dan Eksekutif Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD),
Robert Na Endi Jaweng. RDPU tersebut membahas mengenai efektfitas Transfer (TKDD) terhadap perekonomian nasional.

“Kami memerlukan masukan dari para pakar untuk membahas RAPBN 2021 yang sebentar lagi kita mulai. Sampai saat ini kita belum memiliki gambaran yang komprehensif, sejauh mana efektifitas TKDD bagi pembangunan daerah dan peningkatan layanan publik,” ujar politisi asal Sumenep ini.

Dalam kesempatan itu, Hefrizal Handra menjelaskan, jika dinilai dari efektifitas TKDD untuk perbaikan layanan publik, sudah terlihat lebih baik. “Terjadi perbaikan indikator layanan publik dan penurunan angka kemiskinan. Sedangkan, ketimpangan layanan publik antar daerah juga mengalami penurunan,” ucapnya.

Namun ia mengakui, pergeseran distribusi TKDD dari wilayah barat ke timur, belum mampu menggeser distribusi ekonomi wilayah. “Kontribusi pulau Jawa dan Sumatera, masih dominan. Lebih dari 80 persen bagi PDB,” terangnya.

Sementara Robert Na Endi Jaweng menyampaikan, paradigma terhadap PAD dan TKDD harus dibalik. Selama ini PAD seperti menjadi pelengkap bagi TKDD dalam APBD, tetapi kedepan harus dirubah.

“PAD harus menjadi indikator utama bagi keberhasilan pembangunan daerah. Sedangkan pelengkapnya ada pada TKDD. Jadibjangan sampai terbalik. Ini penting supaya daerah akan selalu terpacu untuk meningkatkan PAD-nya,” jelasnya. [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar