Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Bandara Jember Jadi Bandara Kargo Perlu Pertimbangan Matang

Agusta Jaka Purwana

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, perlu mempertimbangkan lebih matang keinginan untuk mengubah peruntukan Bandara Notohadinegoro dari untuk penumpang komersial menjadi bandara kargo.

“Setiap pemimpin punya legacy masing-masing. Jadi saya kira kalau memang berubah ke arah kargo, harus dihitung barang mana saja yang mau diangkut dan hendak ke mana. Kalau nilainya kurang dari barang angkutan itu bagaimana,” kata Agusta Jaka Purwana, Ketua Fraksi Pandekar DPRD Jember.

Agusta mengingatkan, konsep ini hampir sama dengan pesawat komersial. “Pesawat penumpang kalau isinya hanya 20-30 persen, akhirnya mereka (maskapai) akan lari. Tidak tertarik ke Jember. Sama dengan kargo. Kalau memang menjadi bandara kargo, benar-benar harus dihitung bahan dan komoditas apa saja yang diangkut, dan kontinyuitasnya seperti apa,” katanya.

Komoditas pertanian sangat rentan dengan kondisi alam. “Hasil laut juga sama. Kalau misalkan (target) tidak tercapai, solusinya apa. Selama ini yang saya pikirkan: pemerintah bekerja ketika sudah ada masalah. Perencanaannya kurang matang, perencanaan seolah-olah dibikin untuk mengejar target. Padahal tidak seperti itu. Jadi harus dipikirkan matang-matang, bandara itu dimodel seperti apa dan kelanjutannya bagaimana,” kata Agusta.

Bandara Notohadinegoro dibuat pada 2003 oleh Bupati Samsul Hadi Siswoyo dan sempat tak beroperasi dalam jangka waktu lama pada masa pemerintahan Bupati MZA Djalal. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jember 2021-2026 disebutkan, pada 16 Juli 2014 Bandara Notohadinegoro Jember telah beroperasi kembali dan telah dilaksanakan penerbangan perdana oleh PT. Garuda Indonesia, Tbk. Status kelas bandara pada tahun 2020 adalah kelas IV dalam hal pemenuhan fasilitas.

Dalam program tematik RPJMD Wes Wayahe Infrastruktur Jember Mantap, peningkatan kelas bandara menjadi salah satu program. Sebagaimana dilansir situs resmi Pemkab Jember, 2 Oktober 2021, Bupati Hendy Siswanto sempat menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Jember sedang mempersiapkan izin nota kesepahaman terkait program pesawat Kargo rute Jember – Jakarta. Harapannya, pesawat kargo ini bisa dimodifikasi untuk penumpang dan sebagian untuk kargo.

Dalam RPJMD disebutkan, pelayanan penerbangan dengan rute jarak tempuh yang lebih jauh dan kapasitas penumpang dan kargo lebih besar diperlukan peningkatan dan kelas pelayanan Bandar Udara, sehingga memerlukan peningkatan sarana prasarana, personil, dan prosedur pelayanan. Namun ada keterbatasan ketersediaan lahan bandara. [wir/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar