Politik Pemerintahan

Bandara Jember Butuh Komunikasi dengan Pemerintah Pusat

Bandara Notohadinegoro di Kabupaten Jember. [foto: jemberkab.go.id]

Jember (beritajatim.com) – Saat pesawat lalu lalang di langit Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Bandara Notohadinegoro di Kabupaten Jember justru sunyi. Tak ada aktivitas penerbangan di sana. Setelah Citilink, Wings Air menghentikan operasionalnya di sana pada 2020.

“Operasional Bandara Notohadinegoro mengalami kevakuman, disebabkan penurunan jumlah pengguna moda transportasi udara dan merebaknya Pandemi Covid-19,” kata Agus Sofyan, juru bicara DPRD Jember dari PDI Perjuangan, menyebut persoalan bandara sebagau salah satu rekomendasi parlemen terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2020.

“Pengelolaan bandara semakin menurun. Hal itu dibuktikan dengan pemberhentian operasional maskapai penerbangan Citillink di Jember,” tambah Agus.

Hengkangnya maskapai anak perusahaan maskapai Garuda itu dari Bandara Notohadinegoro, menurut Agus, tidak semata-mata karena sepinya penumpang. “Namun ada hal prinsip yakni izin operasional dari bandara Notohadinegoro sudah tidak berlaku sejak Maret 2018. Praktis keberadaan pengelolaan bandara tidak mengantongi izin operasional,” katanya.

DPRD Jember menyatakan, pemerintah daerah harus mendorong keberlanjutan operasional bandara, dengan melakukan langkah-langkah inovasi untuk meningkatkan jumlah penumpang. “Pemerintah Kabupaten Jember perlu menjalin kembali komunikasi dengan pemerintah pusat, Angkasa Pura dan PTPN XII untuk perluasan dan peningkatan layanan bandara,” kata Agus.

Sementara itu, masih terkait dengan transportasi, DPRD Jember mendesak pemerintah daerah agar melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap pelaku transportasi umum konvensional yang terdampak berkembangnya sistem transportasi dalam jaringan. “Pemerintah Kabupaten Jember juga perlu melakukan kembali penataan lalu lintas, terutama pada wilayah-wilayah yang rawan kemacetan serta menumbuhkan kesadaran berlalu lintas,” kata Agus. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar