Politik Pemerintahan

Bandar Grisse Jadi Obyek Wisata Edukatif Generasi Millenial

Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) dan Wabup Aminatun Habibah (Bu Min) melaunching wisata bandar grisse di anugerah wisata gresik (AWG)

Gresik (beritajatim.com)- Berdirinya Kota Gresik menyimpan sejarah yang panjang. Pada abad 18 kota di pesisir utara Pulau Jawa itu, pernah menjadi bandar yang sangat besar. Tidak salah jika para pedagang baik itu dari kepulauan nusantara maupun negara Persia dan China memanfaatkan Kota Gresik, atau lebih dikenal dengan ‘Bandar Grisse’ untuk berdagang.

Selain pernah dijuluki sebagai bandar yang besar yang kini menjadi Pelabuhan Gresik, Kota Gresik juga berdiri bangunan bersejarah tua (Kawasan Heritage) yang tidak jauh dari Bandar Grisse.

“Gresik bagian dari kota tua, maka sebagai generasi muda (millenial) banyak rajin membaca sejarah. Ini karena Kota Gresik memiliki sejarah yang panjang. Untuk itu, wisata ini kami jadikan edukatif bagi generasi millenial,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) di sela-sela menyampaikan 99 hari program kerjanya dan Anugerah Wisata Gresik (AWG), Jumat (4/6/2021) malam.

Di tengah pandemi Covid-19, lanjut dia, peran promosi wisata sangat penting guna menumbuhkan kembali ekonomi masyarakat. Melalui gebyar Anugerah Wisata Gresik (AWG), dirinya mengajak masyarakat tak perlu jauh-jauh lagu untuk berwisata. Sebab, destinasi wisata di desa Kabupaten Gresik bagus-bagus dan cocok buat wisata intagramable.

“Wes gak perlu adoh-adoh lek arep wisata (Sudah tidak perlu jauh-jauh kalau mau berwisata). Cukup di Gresik saja soalnya bisa bantu ekonomi kreatif masyarakat,” tuturnya.

Dalam AWG itu, Gus Yani dan Wabup Aminatun Habibah (Bu Min) juga memberikan apresiasi terhadap sejumlah desa yang bisa mengembangkan potensi wisatanya. Di antaranya Wisata Setigi Desa Sekapuk, dan Wisata Lontar Sewu Desa Hendrosari.

Tidak ketinggalan pula untuk memberi motivasi terhadap pelaku wisata, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno hadir secara virtual. Menteri yang energik itu memberikan beberapa tips bagaimana membangun wisata di tengah pandemi Covid-19.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gresik, AH.Sinaga menuturkan, AWG ini baru pertama kali digelar. Termasuk diantaranya kegiatan cak dan yuk yang sempat vakum selama tiga tahun.

“Adanya AWG ini untuk mendorong serta membangkitkan kembali pariwisata yang sempat jeblok akibat pandemi Covid-19 yang belum berakhir sampai sekarang,” tuturnya.

Di gebyar AWG 2021 tersebut, juga dianugerahkan Cak dan Yuk 2021. Dimana, pada grand final Cak Ferry Fahrial Rahmad dan Yuk Yoraisa Ghani Setiawan dinobatkan sebagai cak dan yuk terbaru setelah menyisihkan puluhan peserta. [dny/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar