Politik Pemerintahan

Bambang DH: Parpol Harus Taati Aturan Main dari Wasit

Surabaya (beritajatim.com) – Kantor Sekretariat Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) di Jalan MH Thamrin 14 Jakarta yang biasanya sepi, mendadak ramai pada Sabtu (23/3/2019).

Ini tak luput dari kedatangan fungsionaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) lintas Partai Politik (Parpol). Bawaslu RI menggelar Deklarasi Komitmen Bersama Menjelang Kampanye Rapat Umum dan Iklan Kampanye Pemilu 2019.

Dalam acara deklarasi ini, turut hadir Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir dan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Mardani Ali Sera serta perwakilan dari partai politik.

Dari DPP PDI Perjuangan terlihat Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Bambang DH. Deklarasi ini merupakan tahapan lanjutan kampanye Pemilu 2019. Kampanye dengan metode rapat umum dan iklan kampanye.

Dalam deklarasi itu terbangun komitmen antar Parpol serta pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Peserta Pemilu 2019 untuk mewujudkan proses pemilihan umum yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Serta, tidak melakukan intimidasi, ujaran kebencian dan menyebarkan berita bohong (hoaks) dalam berkampanye karena mengurangi kualitas dan integritas pelaksanaan kampanye dalam rapat umum.

Di samping itu, tidak melakukan politik uang; tidak melakukan penghinaan terhadap seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon dan/atau peserta Pemilu yang lain, serta penghasutan dan adu domba dalam kegiatan kampanye rapat umum dan iklan kampanye.

Ketua Bawaslu RI, Abhan Nur berharap, kelangsungan Deklarasi Komitmen Bersama Menjelang Kampanye Rapat Umum dan Iklan Kampanye Pemilu 2019 dapat membuat iklim kampanye lebih kondusif, bermartabat dan beretika.
“Pemahaman masyarakat dalam berpolitik merupakan harapan kita bersama dan investasi. Pemilu 2019, semua peserta pemilu dapat bersinergi bersama,” ujarnya.

Ketua Bappilu DPP PDI Perjuangan, Bambang DH mengapresiasi deklarasi oleh Bawaslu RI. “Bawaslu ibarat wasit dalam pertandingan, yakni Pemilu. Partai politik ibarat sebagai pemain dalam pertandingan berupa pemilu dalam merebut hati rakyat, simpati rakyat. Sudah seharusnya partai politik mentaati aturan main,” kata Bambang DH di sela deklarasi.

Walikota Surabaya 2022-2010 ini mengatakan Pemilu adalah pesta demokrasi. “Yang namanya pesta, semua harus gembira. Siapapun presiden dan wakil presiden yang akan terpilih nanti adalah cermin, adalah simbol kemenangan rakyat Indonesia dalam berdemokrasi,” tandas Bambang DH.

Bambang DH yang merupakan Caleg DPR RI dari PDI Perjuangan, daerah pemilihan Jatim 1 (Surabaya-Sidoarjo), nomor urut 1 ini menegaskan bahwa, prinsip pemilu harus membuat warga bergembira, satu tujuan untuk Indonesia dan Indonesia tetap bersatu.

“Kita adalah Indonesia. Walaupun berbeda suku, agama, ras, antargolongan, hingga pilihan politik sekalipun kita tetaplah Indonesia. Jaga negeri kita untuk pewaris Indonesia,” pungkasnya. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar