Politik Pemerintahan

Bakesbangpol Magetan Gelar Sarasehan Pembinaan Solidaritas dan Ketahanan Nasional

Bupati Magetan Suprawoto saat menghadiri Sarasehan Pembinaan Solidaritas dan Ketahanan Nasional bagi pelaku ekonomi dan pariwisata di Randugede Hidden Paradise, Senin (23/11/2020). (Ade Mas Satrio Gunawan)

Magetan (beritajatim.com) – Di era pandemi Covid-19, pelaku ekonomi dan pariwisata dituntut bisa melakukan inovasi dan kreativitas untuk bisa berkembang. Tidak bisa dipungkiri, perkembangan ekonomi kreatif ke depan pasti akan bersinergi dengan ekonomi yang serba digital.

Untuk itu, Bakesbangpol Magetan menggelar Sarasehan Pembinaan Solidaritas dan Ketahanan Nasional bagi pelaku ekonomi dan pariwisata. Sarasehan diselenggarakan di Randugede Hidden Paradise, yang berlokasi di Desa Randugede, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Senin (23/11/2020).

Plt Bakesbangpol Magetan Iswahyud Yulianto mengatakan, maksud dan tujuannya adalah menciptakan suatu Sinergi antara Pemerintah dan pelaku UKM dan kelompok pelaku lain, khususnya di wisata dan sebagainya. Tujuannya untuk dapat membangun kekuatan ekonomi di saat-saat yang paling sulit seperti ini.

“Yang mana akan membangun cakrawala baru, inovasi baru bagi para pengusaha yang terbiasa hanya menggantungkan lokasi dan tempat usaha saja,” ujar Plt Bakesbangpol Iswahyudi Yulianto dalam sambutannya.

Ia menambahkan, tetapi sekarang banyak dari masyarakat yang sudah bermain melalui teknologi, maka bisnis tidak hanya ada di pinggir jalan, tidak hanya di pasar, serta tidak hanya di tempat-tempat strategis. Akan tetapi di rumah pun bisa mengembangkan inovasi bahkan omset pasarnya bisa sampai ke luar negeri.

‚ÄúDengan pembinaan ini untuk mempertahankan stabilitas sosial ekonomi, karena dengan hadirnya peluang usaha yang strategis maka insya Allah semua kegiatan stabilitas di kawasan Magetan tetap berjalan, dan efisiensi waktu,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Magetan Suprawoto mengatakan, bangsa yang maju mandiri, sejahtera dan berkeadilan dapat diartikan sebagai bangsa yang mempunyai masyarakat yang memiliki kekuatan dalam membangun ekonomi, sosial dan politik. Oleh karena itu, pembangunan yang diprogramkan harus berlandaskan pada pengembangan kemampuan rakyat. Serta berorientasi pada pemberdayaan dan pengembangan segenap potensi yang ada dalam masyarakat.

“Pembangunan yang menggunakan strategi pemberdayaan bertujuan untuk membebaskan rakyat dari belenggu keterbelakangan, kemiskinan dan kebodohan untuk dapat hidup sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan,” papar Kang Woto.

Ia menambahkan, strategi pemberdayaan merupakan dasar yang kuat bagi pembangunan yang berkelanjutan, khususnya dalam mengantisipasi berbagai tantangan dan peluang pada era adaptasi kebiasaan baru dan ekonomi digital. Terlebih saat ini dunia sedang diterjang pandemi covid yang melumpuhkan sebagian besar kekuatan ekonomi yang ada.

“Strategi pemberdayaan masyarakat menempatkan rakyat bukan sebagai obyek semata, melainkan kekuatan yang menjadi subyek atau pelaku pembangunan,” ujarnya.

Sehingga, rakyat diharapkan sebagai kekuatan yang mampu merumuskan ide atau gagasan kreatif, menetapkan sasaran, merancang dan merencanakan pembangunan dengan cara mengembangkan inisiatif dan prakarsa mereka sendiri.

“Perkembangan ekonomi kreatif di masa depan pasti bersinergi dengan tuntutan ekonomi digital dan karenanya era digitalisasi menjadi tuntutan dan tantangan bagi semua pelaku usaha dan bisnis,” tutupnya. [asg/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar