Politik Pemerintahan

Bakal Calon Kades di Bangkalan Dilaporkan ke Polisi Dugaan Penganiayaan

Bangkalan (beritajatim.com) – Meski telah dilaporkan kepada pihak kepolisian lantaran diduga terlibat penganiayaan, salah satu Bakal Calon (Bacalon) Kepala Desa di Kabupaten Bangkalan, tetap bisa mengikuti proses bursa pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Raditya mengatakan. Bahwa sampai saat ini pihaknya belum mengantongi aturan yang mengugurkan Bacalon yang terkait dengan dugaan penganiayaan atau tersandung hukum.

“Menurut regulasi tidak disebutkan bagi Bacalon yang terlibat hukum akan gugur selama proses hukumnya belum inkrah,” ungkapnya, Selasa (23/3/2021).

Ia juga mengatakan, dalam salah satu syarat pendaftaran calon kepala desa, bacalon tidak sedang menjalani hukuman pidana atau penjara. “Menurut Perbup nomor 89 pasal 27 hanya disebutkan bagi bacalon tidak boleh dalam kondisi menjalani hukuman, dan syarat penyertaan SKCK,” tambahnya.

Saat ini seluruh tahapan persiapan Pilkades di Bangkalan terus berlanjut. Berkas seluruh bacalon diverifikasi dan dicek keabsahannya. Sehingga, nantinya bisa terjadi sistem gugur jika hasil verifikasi tak sesuai. “Bisa gugur dari hasil verifikasi dan keabsahan administrasi masing-masing bacalon itu,” tukasnya.[sar/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar