Politik Pemerintahan

Baju Adat Nusantara Warnai Upacara Detik-detik Proklamasi di Ponorogo

Bupati Ipong Muchlissoni dan istrinya Sri Wahyuni Muchlissoni melayani foto usai upacara. [foto: Endra Dwiono]

Ponorogo (beritajatim.com) – Suasana berbeda terlihat saat upacara detik-detik proklamasi di Ponorogo. Bupati dan pejabat di lingkup Pemkab Ponorogo menggunakan baju adat nusantara dalam upacara tersebut.

“Sudah sebulan yang lalu saya mengimbau kepada pegawai untuk memakai baju adat pada upacara Agustusan. Alhamdulillah, sebagian besar memakainya,” kata Bupati Ipong, usai upacara, Sabtu ( 17/8/2019).

Dengan memakai baju adat berbagai daerah se-Indonesia, menggugah kembali rasa nasionalisme. Meneguhkan bahwa Indonesia beraneka ragam budaya, suku dan masih banyak lagi. Ipong menyebut sudah sangat tepat pendiri bangsa ini dulu menerbitkan semboyan Bhineka Tunggal Ika. “Saya merasa bangga, kita Indonesia Bhineka Tunggal Ika,” katanya.

Ipong yang didapuk inspektur upacara, menggunakan baju adat dari provinsi Bangka Belitung, nama bajunya belitung. Ipong menyebut tidak ada alasan khusus bagi dirinya memakai baju adat dari asal laskar pelangi tersebut. Dia mengaku melihat baju itu meriah dan ceria, makanya dipilih. “Saya menyiapkan baju ini sejak tiga minggu yang lalu,” ungkapnya.

Ipong mengaku memerintahkan anak buahnya memakai baju adat karena terinspirasi Presiden Jokowi. Dimana tahun lalu, saat upacara detik-detik proklamasi di istana negara juga memerintahkan untuk memakai baju adat nusantara. “Sesuai tema kali ini SDM unggul Indonesia Maju, untuk mencapai kesana kita harus kerja, kerja dan kerja keras,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar