Politik Pemerintahan

Bahtsul Masail NU Jember Bahas Nikah Online

Ketua Tanfidz NU Cabang Jember Abdullah Syamsul Arifin.

Jember (beritajatim.com) – Kegiatan Musyawarah Kerja Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (30/8/2020), diikuti pembahasan nikah online (dalam jaringan) dalam forum bahtsul masail.

“Ini merespons kondisi pandemi,” kata Ketua Tanfidz NU Cabang Jember Abdullah Syamsul Arifin. Saat ini, warga kesulitan menyeberang antarkota atau daerah untuk melaksanakan akad nikah, karena adanya persyaratan protokol kesehatan. Padahal, ada warga yang percaya bahwa waktu pernikahan sudah harus ditentukan sesuai patokan yang tak boleh dilewati.

Dalam proses pernikahan, ada perbedaan pemahaman soal kesamaan tempat. Pertama, pemahaman bahwa antara dua orang yang berakad dan saksi harus berada dalam tempat yang sama. “Ada juga pemahaman bahwa tidak dibatasi tempat, tapi kesinambungan antara ijab dengan kabul yang masing-masing bisa disaksikan oleh orang-orang yang memiliki kapasitas dan tidak terjadi keserupaan,” kata Abdullah.

Dua pemahaman ini memicu perdebatan hukum agama (fikih). “Dalam nikah online otomatis antara wali (nikah) yang akan melaksanakan ijab dan mempelai putra yang akan melaksanakan kabul, tidak ada dalam satu tempat, termasuk (pertanyaan) apakah saksi ada di sekitar wali atau di sekitar mempelai putra,” kata Abdullah.

Menurut Abdullah, saat ada pernikahan lewat telepon, ulama keberatan karena suara itu serupa antara satu dengan yang lain. “Tapi sekarang itu bisa ditolak dengan hadirnya teknologi media video call, Zoom, Google Meet, dan teleconference. Keserupaan-keserupaan itu bisa mulai dihilangkan. Apakah ini akan mengakibatkan keputusan hukum yang berbeda, akan berbanding lurus dengan problem itu,” katanya. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar