Politik Pemerintahan

Badrut Tamam: Pelayanan Prima Butuhkan Etos Kerja Tinggi

Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam menyatakan pelayanan publik yang prima membutuhkan etos kerja yang tinggi dari para personil di berbagai instansi penyelenggara pelayanan publik.

Salah satunya pusat pelayanan terpadu atau satu atap yang diresmikan dengan nama Mall Pelayanan Publik (MPP) Pamekasan, yang berpusat di Lantai Dasar Gedung Islamic Centre, Jl Raya Panglegur.

Bahkan pemimpin muda yang akrab disapa Ra Badrut, juga mengaku sering melakukan inspeksi mendadak alias sidak ke sejumlah instansi yang dipimpinnya khususnya di sektor pelayanan publik. Tidak terkecuali sidak ke lokasi MPP yang sudah tiga kali dilakukannya sejak diresmikan, Senin (17/12/2018) lalu.

“Dengan memantau secara langsung ke masing-masing instansi di Pamekasan, tentunya menjadi bekal dan cara yang mendasari kami untuk melakukan pendekatan,” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, Kamis (24/1/219).

Menurutnya, iklim kerja yang giat disertai etos kerja yang tinggi bakal menghasilkan pelayanan berkualitas. “Kalau kita perhatikan di Bank (dicontohkan), nyaris tidak ada pegawai yang ganggur sedikitpun. Kecuali pada waktu istirahat,” ungkapnya.

“Hasilnya pelayanan disana (Bank) memang sangat dirasakan oleh masyarakat dan sangat memuaskan. Makanya dari awal kami telah berikrar hendak menjadikan jabatan (bupati) ini sebagai wasilah pengabdian kepada masyarakat dan rakyat Pamekasan,” tegasnya.

Hanya saja komitmen tersebut harus sinergi dengan bagian instansi lain di lingkungan Pemkab Pamekasan. “Makanya kami bersama Pak Wabup (Raja’e) akan terus melakukan pemantauan secara langsung (sidak), sehingga dengan pendekatan dan niat ikhlas disertai persamaan persepsi di antara ribuan pegawai pada akhirnya bisa terwujud. Mohon doanya,” jelasnya.

“Memang tidak mudah mewujudkan persepsi yang sama tentang ini, tapi juga tidak ada yang mustahil. Pelayanan prima ini merupakan cita-cita ideal yang hendak kita wujudkan, dan terpenting terwujudnya kesadaran kolektif bahwa pelayanan pria itu adalah tugas kemanusiaan kita,” sambung mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.

Dari itu, pihaknya merasa optimistis bisa merealisasikan berbagai program yang dicanangkan demi mewujudkan Pamekasan Hebat, Bhejre, Rajjhe tor Parjhuge. “Awalnya memang berat, tapi kita harus yakin pada akhirnya akan lebih baik,” pungkasnya. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar