Politik Pemerintahan

Badrut Tamam Kembali Tegaskan Jabatan sebagai Alat Perjuangan dan Pengabdian

Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam menegaskan komitmennya bersama Wakil Bupati Raja’e untuk selalu menjadikan jabatan sebagai perantara dan alat perjuangan sekaligus pengabdian bagi masyarakat di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

Hal itu kembali disampaikan saat dirinya memberikan sambutan dalam kegiatan Istighasah Pimpinan Daerah Bersama Masyarakat dalam rangka Satu Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati setempat, di Lapangan Nagara Bhakti kompleks Mandhepa Agung Ronggosukowati, Jl Pamong Praja, Kamis (10/10/2019) malam.

Bahkan dalam momentum yang dihadiri KH Ahmad Muwafiq yang diplot sebagai penceramah tunggal, ia juga menegaskan jika dirinya bersama Wakil Bupati Raja’e semakin harmonis. Salah satunya berkat semangat dalam memimpin demi mewujudkan Pamekasan Hebat, Bhajre, Rajjhe tor Parjhuge.

“Alhamdulillah hubungan kami, saya dengan Pak Wabup (Raja’e) semakin harmonis di tengah adanya sejumlah pimpinan di beberapa kabupaten lain mulai ada gesekan (kepentingan berbeda alias tidak sejalan),” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam.

Resep tersebut disampaikan sebagai upaya untuk memberikan penegasan, jika selama ini kepemimpinan pasangan Berbaur (Badrut Tamam dan Raja’e) semakin getol mewujudkan daerah yang dipimpinnya seperti yang dicita-citakan bersama.

“Tentunya hal ini tidak lepas karena komitmen dan semangat kami sama, sehingga setiap langkah yang kita lakukan selalu padu karena semangat kita sama, yakni menjadikan jabatan sebagai alat perjuangan dan pengabdian,” tegas bupati muda yang akrab disapa Ra Badrut.

Selain kegiatan refleksi setahun kepemimpinan bupati dan wakil bupati Pamekasan, momentum tersebut juga dilakukan Launching Hari Santri Nasional 2019. Terlebih dalam kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah perwakilan pesantren di Pamekasan, disaksikan ribuan masyarakat yang memadati lapangan di depan rumah dinas bupati Pamekasan. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar