Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Badai La Nina Mengancam Wilayah Sampang

Sampang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Sampang, Madura, mempersiapkan dan menurunkan ratusan personel untuk mengantisipasi adanya potensi bencana alam.

Wakil Bupati Sampang, H. Abdullah Hidayat menyampaikan, sejak Tahun 2020 Indonesia mengalami berbagai bencana baik alam maupun non alam. Termasuk pandemi Coronavirus Diesase (Covid-19).

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, sejak 1 Januari sampai 19 Maret 2021 telah terjadi 258 bencana banjir, lima bencana angin kencang, dua kejadian puting beliung, dan satu kejadian tanah longsor yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian harta benda yang berdampak pada kehidupan 36.805 kepala keluarga.

Oleh sebab itu menurutnya, masyarakat perlu kewaspadaan memasuki musim penghujan yang diperkirakan turun pada November 2021, dan puncak musim hujan sampai Februari 2022. Lantaran ada pengaruh bencana La Nina sebagai fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin atau mengalami curah hujan yang lebih tinggi.

“Musim penghujan saat ini, memungkinan adanya peningkatan intensitas curah hujan karena ada pengaruh badai La Nina yang memicu peningkatan curah hujan 20 sampai 70%,” jelasnya, Selasa (26/10/2021).

Pria yang akrab disapa H. Ab ini mengimbau kepada masyarakat supaya bersikap tenang, tidak panik menghadapi musim hujan pada masa pandemi Covid-19. “Harapanya masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan,” tandasnya.[sar/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati

Unik dan Lucu, Lomba Sugar Glider di Surabaya

Aryo Seno Bicara Organisasi Sayap PDI Perjuangan