Politik Pemerintahan

Bacawawali PDIP Sebut Langkah Politik Risma Tak Transparan

Gunawan

Surabaya (beritajatim.com) – Sikap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang mendaftarkan calon pilihannya di Pilwali Surabaya langsung secara diam-diam ke DPP PDIP menuai kritik keras. Hal itu salah satunya disuarakan Bakal Calon Wakil Wali Kota Surabaya yang juga mendaftar ke PDIP, Gunawan.

Menurut Gunawan, tindakan sosok yang juga Ketua DPP PDIP itu mencenderai proses demokrasi yang tengah berjalan dalam mencari pemimpin baru bagi Kota Surabaya. “Setuju juga kalau itu disebut tindakan elitist dan tidak transparan,” cetusnya.

“Kalau memang Bu Risma yakin calon pilihannya itu layak menjadi penerus Beliau, kenapa tidak diikutkan konvensi terbuka yang kami lakukan? Harusnya proses konvensi ini bebas intervensi dari luar seperti yang dilakukan Bu Risma itu. Kalau begini, kan membuat kami peserta konvensi bertanya-tanya bahwa untuk apa konvensi ini dilakukan,” tambah Gunawan.

Di era demokrasi saat ini pun, Gunawan menilai apa yang dilakukan Risma mencederai semangat demokrasi. “Harusnya tidak kartu sakti. Kalau jaman dulu namanya katabelece. Harusnya itu tidak ada. Semua calon harus mendaftar sendiri. Tidak didaftar-daftarkan,” tegasnya.

“Untuk menentukan pemimpin bangsa, tidak boleh ada surat sakti. Semua calon harus memiliki peluang yang sama dengan penilaian dari masyarakat. Tapi, dalam hal ini, ketika proses demokrasi sedang berlangsung malah ada surat sakti yang menghambat proses itu. Harusnya terbuka. Sama-sama mendaftar sendiri lalu diujipublik seperti yang kami lakukan. Bu Risma harusnya fair,” pungkas Gunawan.

Sebagai informasi, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dalam kunjungannya ke Surabaya telah membocorkan bahwa Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah mendaftarkan Bakal Calon Wali Kota (Bacawali) langsung ke DPP PDIP. Sayangnya, Hasto merahasiakan siapa sosok yang didaftarkan

“Sudah didaftarkan juga. Kalau masih ada yang mendaftar lagi ke DPP, dibuka sampai akhir Oktober 2019. Ini karena April 2020 sudah dimulai tahapan Pilkada serentak,” kata Hasto kepada wartawan usai konferensi pers di kantor DPD PDIP Jatim, Jalan Kendangsari Industri Surabaya, Jumat (18/10/2019).

Secara aturan, DPC PDIP Kota Surabaya juga menyebut jika apa yang dilakukan oleh Risma merupakan hal yang normal. “Jalur mendaftar itu kan ada 3. Melalui DPC, DPD, atau DPP. Jadi itu sah saja dan tidak ada masalah. Hal wajar itu. Kan sesuai aturan,” ujar pria yang akrab disapa Awi itu, Minggu (20/10/2019).

“Bu Risma selama ini kan dikenal sebagai Wali Kota yang telah berprestasi selama dua periode kepemimpinan. Kami apresiasi,” tambahnya.

Disinggung terkait bocoran sosok yang didaftarkan Risma, Awi mengaku tidak menerima informasi apapun. “Saya nggak tahu itu,” katanya. [ifw/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar