Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Bacakades di Probolinggo Merasa Didiskriminasi Panitia Pilkades

Sumaryono bersama Musthofa kuasa khususnya saat mendatangi Sekertariat Pilkades Curahsawo Kecamatan Gending

Probolinggo (beritajatim.com) – Perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahap II di Kabupaten Probolinggo diwarnai aksi dugaan diskriminasi yang dilakukan oleh panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Curahsawo Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo. Dugaan diskriminasi diterima Sumaryono salah satu bakal calon kades (Bacakades) setempat.

Musthofa, Kuasa Khusus Sumaryono mengatakan, dugaan tindakan diskriminasi yang dilakukan oleh panitia pilkades kepada kliennya, karena menurutnya pada tanggal 19 November 2021 sekitar lebih kurang pukul 21.00, panitia mengantar berkas pendaftaran milik Sumaryono kerumah kliennya itu.

Namun kliennya saat itu sedang tidak berada di rumahnya, dan panitia hanya ditemui oleh istri dari Sumayono. “Berkas tersebut ditolak oleh istrinya Sumaryono karena tidak prosedur dan melanggar peraturan-peraturan yang berlaku,” kata Musthofa.

Dengan itu ia menilai, panitia pilkades telah melakukan tindakan diskriminasi terhadap kliennya itu, “Karena pada waktu pendaftaran tanggal 9 November 2021, berkas klien kami sudah dinyatakan komplit dan diterima oleh panitia dibuktikan dengan berita acara,” katanya.

Sementara itu, Zamroni Fasya, Ketua Panitia Pilkades Curahsawo, mengatakan bahwa pihaknya tidak berniat mengembalikan berkas milik Sumayono. Dia hanya berniat melakukan silaturahim dengan bacakades.

“Kami waktu itu berniat untuk silaturahim dengan bacakades, sekalian memberitahukan bahwa setelah panitia melakukan penelitian, berkas tidak lengkap,” katanya singkat.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan menggelar pemilihan kepala desa serentak pada Februari 2022 mendatang, yang diikuti oleh 253 desa. [tr/but]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar