Politik Pemerintahan

Azwar Anas: Saya Mantan Bupati

Banyuwangi (beritajatim.com) – Penyerahan jabatan Bupati Banyuwangi ke Sekretaris Daerah Mujiono sebagai Pelaksana Harian (Plh) menandai berakhirnya kepemimpinan Abdullah Azwar Anas. Usai rangkaian acara itu, Anas menyebut dirinya sebagai mantan Bupati Banyuwangi.

“Saya bukan bupati, saya mantan bupati,” ungkap Abdullah Azwar Anas, Rabu (17/2/2021).

Anas mengatakan, selama 10 tahun terkahir bukanlah perjalanan yang mudah. Banyak, hal yang dilalui ada beberapa yang tercapai, namun ada pula yang masih perlu diperbaiki.

“Tentu banyak program-program yang belum bisa berjalan. Paling alasannya ya SDM dan anggaran, tapi bagi saya bukan itu. Tapi yang paling penting adalah keterbatasan kami untuk memenuhi keinginan masyarakat. Dan mudah-mudahan ke depan program yang belum berjalan dapat dilanjutkan,” katanya.

Secara pribadi, kata Anas, hingga di penghujung jabatan masih perlu banyak belajar. Beragam inovasi termasuk teknologi hilir berganti.

“Ini yang menjadi tantangan bagi saya, langkah kreatif dan inovatif ini terus berjalan. Hari ini belajar baru, bagaimana mengkreasikan konsep hybrid pada kalender wisata Banyuwangi Festival 2021 yang akan kita jalankan. Peran dan dukungan anak muda sangat penting,”

“Anggapan ASN di zona nyaman itu tidak benar, karena ASN Banyuwangi mampu berkolaborasi berjuang bersama dalam membangun dan berlomba untuk membuat langkah program inovatif di masing-masing tempat. Terima kasih,” katanya.

Anas menyebut, tantangan ke depan menjadi lebih berat jika perjuangan tidak dilalui bersama. “Sejarah panjang ini akan mencatat apa yang kita kerjakan selama 10 tahun, dan yang terpenting bagaimana tantangan ke depan bisa diurai dengan baik,” kata Anas.

Anas berpesan agar seluruh karyawan, agar ke depan bisa bekerja lebih keras lagi. Sebab seiring kemajuan Banyuwangi di berbagai sektor, maka akan selalu muncul masalah baru yang perlu segera diselesaikan.

Anas juga menambahkan seluruh ASN harus membangun citra dan presepsi bahwa Banyuwangi merupakan daerah yang menarik dan hebat. Maka dari itu, ASN di Banyuwangi diharapkan bekerja secara profesional.

“Mari kita jaga Banyuwangi, jangan melihat apa yang terjadi di diskusi politik, lihatlah kota ini harus dijaga,” ajak Anas.

Selain itu Anas juga berpesan untuk selalu memunculkan ide kreatif dengan melihat tantangan menjadi peluang. Dia mencontohkan di awal masa jabatannya, harus memutar otak agar bandara segera beroperasi untuk meningkatkan aksebilitas. Yaitu dengan cara meyakinkan maskapai dengan hadirnya Banyuwangi Festival sebagai atraksi untuk menarik wisatawan ke Banyuwangi.

“Upaya dan kerja keras wajib kita optimalkan, namun harus diiringi dengan ikhtiar doa untuk kebaikan daerah ini,” pungkas Anas. [rin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar