Politik Pemerintahan

Awasi TPS Sampai Malam, Paginya Keguguran

Komisioner Bawaslu Jember, Devi Aulia Rahim

Jember (beritajatim.com) – Ini pemilu yang berat bagi petugas pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) yang bekerja di bawah Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sebagian tumbang karena sakit akibat bekerja keras selama berjam-jam.

Salah satunya adalah seorang petugas perempuan bernama Lutfi, PTPS Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah mengalami keguguran. Dia melakukan pengawasan sejak Rabu (17/4/2019) pagi hingga jam 12 malam.

“Awalnya dia mengalami flek (bercak darah di bagian kelamin). Ternyata Kamis pagi pendarahan, sakit perut hebat,” kata Devi Aulia Rahim, salah satu komisioner Bawaslu Jember.

Semula saat diperiksakan ke dokter, janin dalam kandungan Lutfi yang berusia tiga minggu itu masih bertahan. “Tapi pendarahan terus terjadi, akhirnya keguguran,” kata Devi.

Selain Lutfi, ada lagi petugas perempuan PTPS Kelurahan Wirolegi bernama Vani pingsan karena kelelahan. “Dia melakukan pengawasan selama 23 jam. Rabu jam enam pagi sampai Kamis jam lima pagi. Pagi istirahat, sore mau periksa, pusing, lalu pingsan. Akhirnya dia terpaksa opname,” kata Devi.

Menurut Devi, ada juga pengawas pemilihan desa perempuan yang terpaksa menjalani infus di rumah karena kelelahan. “Ada lima petugas yang tumbang, dua di antaranya lelaki. Satu orang terkena tipus, satu orang lagi mendadak tubuhnya panas dan demam Suhu badannya tinggi. Tapi dia tak sampai opname,” kata Devi.

Perempuan berjilbab ini mengatakan, pemilu serentak ini memforsir stamina petugas pengawas. “Dengan pemilihan serentak ini, fokusnya ekstra,” katanya. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar