Politik Pemerintahan

Audit BUMD Hotel GDK Rugi dan Masih Ada Utang Pajak

Bojonegoro (beritajatim.com) – Hotel Griya Dharma Kusuma (GDK) yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Bojonegoro pada tahun anggaran 2018 tidak menyalurkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke Pemkab Bojonegoro.

Menurut Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bojonegoro, Herry Sudjarwo, pada tahun 2018 Hotel GDK ditarget bisa menyetorkan penerimaan daerah sebesar Rp 551 juta. Namun, dalam realisasinya tidak ada pemasukan sama sekali.

“Realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2018 dari Hotel GDK kosong,” ujar Herry saat menunjukkan data realisasi penerimaan daerah tahun 2018, Selasa (2/7/2019).

Selain tidak adanya penyaluran PAD, menurutnya, Hotel GDK juga masih punya utang pajak di atas Rp 100 juta. Hasil audit yang dilakukan BPK juga menunjukkan Hotel GDK mengalami kerugian. “Sekarang Pemkab sudah bekerjasama dengan kejaksaan untuk memeriksa kerugian tersebut,” ungkapnya.

Sementara Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Achmad Fauzan mengatakan sejauh ini pihaknya belum melakukan penyelidikan terkait dengan kerugian yang dialami Hotel GDK. “Tidak memeriksa, karena belum ada laporan ke Kejaksaan,” ujarnya. [lus/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar