Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Audiensi Permasalah Warga Gundih, Wawali Surabaya Minta PT KAI Pakai Cara Humanis

Surabaya (beritajatim.com) – Pemkot Surabaya menggelar audiensi bersama PT KAI Daop 8, perwakilan warga RW 3 Kelurahan Gundih beserta beberapa Kepala Organisasi Perangkar Daerah (OPD).

Audiensi digelar setelah warga Gundih resah, karena lahan yang mereka tempati bertahun-tahun dan turun temurun tiba-tiba diklaim sebagai milik PT KAI.

Apalagi, PT KAI Daop 8 Surabaya melakukan pengukuran tanah tanpa ada sosialiasi sebelumnya. Sehingga warga mengadukan permasalahan tersebut ke Wakil Wali kota Surabaya Armuji.

Perwakilan dari PT KAI Daop 8 Surabaya, Sujayanto mengatakan bahwa maksud pengukuran itu merupakan tindaklanjut pendataan dari BAPPENAS tentang rencana Surabaya SRRL Project. Diantaranya pembangunan kereta Komuter yang menghubungkan Pasar Turi – New Kota – Gubeng.

“Kami hanya melakukan pendataan untuk selanjutnya dilaporkan,” kata Sujayanto saat audiensi di ruang rapat Sekda Surabaya, Rabu (19/1/2022).

Sementara itu, wawali Surabaya Armuji mengatakan dirinya telah mendatangi langsung warga RW 3 Kelurahan Gundih dan memang warga mengaku resah karena surat diberikan setelah dilakukan pengukuran.

“Saya meminta agar pihak PT KAI dapat mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis, mengingat saat ini kondisi warga juga susah dalam situasi pandemi,” kata Cak Ji sapaan akrabnya.

Cak Ji juga menjelaskan bahwa keterlibatan Lurah dan Camat menjadi penting untuk dapat mendampingi sehingga dapat meminimalisir gesekan yang terjadi diantara warga.

“Posisi saya adalah membela warga saya yang panik dan resah, saya harap kedepan komunikasi bisa lebih baik,” tegas Cak Ji.

Ditempat yang sama,Ketua RW 3 Kelurahan Gundih Totok menyampaikan terimakasih atas atensi yang diberikan Wawali Armuji yang senantiasa memberikan dukungan moril bagi warga.

“Terimakasih pak Wawali atas perhatian dan dukungan morilnya. Karena panjenengan telah memberikan rasa aman terhadap warga,” tandasnya.(asg/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar