Politik Pemerintahan

Aturan Baru Layanan Makan di Tempat, Ini Kata Kapolresta Mojokerto

Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan.

Mojokerto (Beritajatim.com) – Pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 untuk membatasi mobilitas dan kegiatan masyarakat mencegah penularan Covid-19 hingga 2 Agustus 2021.

Selama PPKM level 4, kini diizinkan warung makan kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai pukul 20.00 WIB dan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 20 menit.

Aturan tersebut tertuang dalam kebijakan tersebut yang diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 dan Level 3 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Rifto Himawan mengatakan, penerapan terkait durasi 20 menit butuh kesadaran dari masyarakat. “Tidak bisa selalu diawasi, butuh kesadaran. Kita berharap seluruh elemen masyarakat termasuk media dalam hal ini ikut membantu,” ungkapnya, Rabu (28/7/2021).

Masih kata mantan Kapolres Pasuruan ini, kebijakan tersebut untuk mencari titik tengah dengan mengakomodasi kebutuhan masyarakat agar bisa terpenuhi. Apa yang menjadi kebijakan pemerintah untuk keselamatan masyarakat bisa dilakukan.

“Nah, titik tengahnya kan kesadaran. Tolong, apa yang jadi kebijakan pemerintah dilaksanakan. Warung boleh buka, tapi kemudian yang tidak take away maksimal 20 menit, silahkan itu diikuti. Karena kalau kemudian menunggu pengawasan melekat, ya tentunya tidak bisa,” ujarnya.

Kapolresta memastikan, bagi pengusaha yang nantinya kedapatan petugas memberikan fasilitas kepada pengunjung tidak sesuai ketentuan akan diberikan sanksi. Namun pihaknya masih akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait hal tersebut.

“Akan ditutup atau izinnya dicabut. Masih kita diskusikan. Kelonggaran yang diberikan pemerintah, saya minta jangan disalahartikan. Masyarakat kemudian jangan sebebas-bebasnya, karena kita harus tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk menghadapi pandemi Covid-19 yang belum berakhir,” tegasnya. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar