Politik Pemerintahan

Atasi Covid, Bupati Jember Perintahkan Poskamling Digiatkan Lagi

Bupati Jember Hendy Siswanto

Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto memerintahkan seluruh jajaran pemerintah hingga tingkat rukun tetangga agar menggiatkan kembali pos sistem keamanan lingkungan (poskamling) untuk menekan angka Covid-19 di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Hendy belajar dari salah satu kasus Covid yang menjangkiti salah satu keluarga. “Covid tidak punya aturan. Di Glagahwero, ada pedagang bakso dari Pulau Madura pulang (ke Jember). Mana kita tahu dia kena. Masuk rumahnya sendiri, dalam satu keluarga ada dua orang kena,” katanya.

Hendy mengeluarkan surat edaran agar sistem keamanan lingkungan dihidupkan lagi untuk mengakrabkan warga setempat dengan warga yang baru datang. Pengurus rukun tetangga dan rukun warga harus melapor ke pemerintah daerah, jika ada warga pendatang baru, terutama dari zona merah. “Kami tingkatkan prosedur, warga yang tinggal dan bekerja di luar kota dan baru datang ke Jember akan dites antigen,” katanya.

Hendy mengingatkan pengalaman satu keluarga di Kecamatan Tanggul yang terkonfimasi Covid, karena ada salah satu anggota keluarga yang bekerja di Jakarta datang dalam rangka cuti. Akhirnya, Dinkes melakukan pelacakan pada ratusan orang lainnya yang memiliki kontak erat dengan keluarga tersebut. Apalagi salah satu anggota keluarga itu belakangan meninggal dunia.

“Covid ini bisa selesai kalau kita bekerjasama, saling menginformasikan. Di beberapa daerah banyak orang yang melanggar tidak pakai masker. Ada seratus orang petugas Satpol PP berkeliling di alun-alun (untuk mendisplinkan penggunaan protokol kesehatan), dan jam sembilan alun-alun ditutup,” kata Hendy.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia Jember Alfi Yudisianto mengatakan, kunci keberhasilan menekan angka kasus Covid-19 adalah kepatuhan terhadap instruksi Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk meniadakan kegiatan-kegiatan yang berpotensi mengundang kerumunan massa.

“Tergantung action terhadap kebijakan ini. Ketika ada instruksi untuk menghentikan kegiatan, apakah itu ditindaklanjuti sampai level mikro, level RT (Rukun Tertangga). Jadi kalau melihat pengalaman kabupaten lain, jika instruksi diikuti semua elemen, lonjakan ini bisa terkendali lagi,” kata Alfi yang juga Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jember.

Alfi menilai, tingkat kepatuhan masyarakat Jember dalam melaksanakan protokol kesehatan masih belum sesuai harapan. “Kalau dilihat dari operasi penegakan disiplin, kepatuhan masyarakat terhadap 5 M sekitar 60-70 persen. Tapi itu kan menurut operasi penegakan disiplin di kecamatan-kecamatan. Yang tidak tersentuh ya kita tidak tahu,” kata Alfi. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar