Politik Pemerintahan

Atasi Corona, Bupati Malang Pastikan Wilayahnya Tanpa PSBB

Malang (beritajatim.com) – Bupati Malang HM Sanusi memastikan, tak akan menggunakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diwilayahnya untuk mengatasi wabah Covid-19 atau virus corona.

Hal itu disampaikan Sanusi usai konferensi video dengan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju. Melalui konferensi video bersama Menkopolhukam, Menkeu, Mensos, Mendagri dan Menteri Desa PDTT di Command Center Pendopo Kabupaten Malang, Kepanjen.

Ditemani Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, Dandim 0818 Kabupaten Malang – Kota Batu, Letkol Inf Ferry Muzawwad, serta Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Edi Handojo, Sanusi mengatakan langkah PSBB masih belum perlu. “Video conference dengan Kementerian, semuanya untuk penanganan Covid-19,” ungkap Sanusi, Kamis (9/4/2020).

Dalam konferensi video tersebut Sanusi kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menjalankan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB di wilayahnya. “Ndak, ndak PSBB. Kota Malang tadi juga nyampaikan tidak akan PSBB,” tegasnya.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini menjelaskan, pihaknya tidak akan menerapkan PSBB lantaran angka kematian akibat Covid-19 di wilayahnya memang belum tinggi. Meskipun, Kabupaten Malang termasuk zona merah Covid-19. “Zona merah itu tidak ada di Kemenkes. Yang ada kriterianya, daerah boleh PSBB manakala tingkat kematian dan perkembangan sudah signifikan. Kabupaten Malang baru satu meninggal,” pungkas Sanusi. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar