Politik Pemerintahan

ASTI: Pengetahuan Masyarakat Tentang Pilbup Kediri Rendah

Kediri (beritajatim.com) – Akurat Survei Terukur Indonesia atau ASTI mendorong penyelenggara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri tahun 2020 lebih meningkatkan sosialisasinya kepada masyarakat.

Mengingatkan, dari hasil survei Lembaga ASTI, tingkat pengetahuan masyarakat Kabupaten Kediri terhadap pemilihan September mendatang masih relatif rendah, dibawah 50 persen.

“Sebanyak 50 persen lebih masyarakat Kabupaten Kediri ternyata tidak mengetahui adanya Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri tahun 2020,” kata Baihaki, Manager Operasional ASTI Kediri.

Dengan melihat hasil survei ASTI, apabila penyelenggara pemilihan tidak serius dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat, maka angka golongan putih (Golput) terancam tinggi.

Survei tersebut dilakukan dilakukan ASTI mulai di akhir Januari hingga awal Februari 2020 lalu, dengan melibatkan 1000 responding. Adapun metodologinya dengan wawancra langsung kepada masyarakat.

Awalnya dimulai dengan sampling 100 responden pada 26 kecamatan. Selanjutnya dari seluruh kecamatan terebut, diancak hingga ketemu 100 desa, dan sampai pada 1000 responden.

Masih kata Baihaki, selain penyelenggara, suvei juga mengukur tingkat popularitas dan elektabilitas pra calon. Untuk popularitas dipegang oleh Wakil Bupati Kediri aktif Masykuri sebesar 80,30 persen, sedangkan tingkat elektabilitasnya paling tinggi diraih dokter Sukma Sahadewa sebear 12,6 persen.

Akan tetapi, tingkat ketidak pilihan mencapai 57 persen. Sehingga para calon harus bekerja extra lebih keras labih dalam memperkenalkan diri kepada masyarakat agar mereka populer dan diminati.

Dalam melakukan survei ini, lembaga survei ASTI tanpa membawa nama kandidat, melainkan responden yang menyebut sendiri tokoh-tokoh tersebut. ASTI akan melakukan survei kembali, setelah ada penetapan kandidat oleh partai politik, sekitar bulan April mendatang.

Sayangnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri belum dapat dikonfirmasi tentang hasil survei ASTI. Nanang Qosim, Komisioner KPU Kabupaten Kediri Divisi Partisipasi Masyarakat (Parmas) yang dihubungi melalui telepon genggamnya, belum menjawab. [nm/ted].





Apa Reaksi Anda?

Komentar