Politik Pemerintahan

Asrama Mahasiswa Nusantara Dibangun di Enam Lokasi, Dua di Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah berencana membangun enam Asrama Mahasiswa Nusantara secara bertahap. Dua di antaranya berada di Jawa Timur. Satu di Surabaya, satu lagi di Kota Malang. Dua lokasi yang sempat terjadi konflik sosial antara masyarakat dengan mahasiswa Papua.

Untuk proses pembangunannya, dari enam rencana pembangunan Asrama Nusantara, baik di Surabaya, Malang, Manado, Makassar, Jakarta dan Yogyakarta, dua lokasi di Jatim akan menjadi yang pertama. Tim Konsultan Penyiapan Asrama Nusantara yang berkunjung ke Jawa Timur telah membicarakan banyak hal dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Gumilar, salah satu konsultan dari Universitas Indonesia (UI) yang ada di tim itu mengatakan, Asrama Nusantara itu dibangun khusus menjadi asrama mahasiswa terintegrasi. “Di dalamnya, bukan saja kamar-kamar yang sifatnya terbuka, satu sama lain saling terhubung. Tetapi di situ juga ada perpustakaan, ruang pembinaan entrepreneurship, serta pembinaan kebangsaan,” ujarnya kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (4/11/2019) malam

Tidak hanya itu, di Asrama Nusantara itu juga akan tersedia berbagai fasilitas lainnya. Seperti ruang makan, fasilitas olahraga, juga fasilitas-fasilitas pendukung lainnya. Seperti diketahui, rencana pembangunan Asrama Nusantara ini adalah solusi agar insiden yang terjadi di Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Kalasan Surabaya, beberapa waktu lalu, tidak terulang lagi.

Insiden yang diwarnai dugaan perobekan Bendera Merah Putih sebagai lambang negara dan ujaran rasisme terhadap mahasiswa asal Papua itu telah berdampak konflik sosial yang meluas ke Papua. Karena itulah, di Asrama Nusantara itu, mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia yang dipilih secara selektif akan diajak berinteraksi satu sama lain. Terutama untuk membangun tradisi multikultur. “Sehingga, nilai multikultur tertanam kepada mereka dan mereka mempunyai komitmen kepada NKRI,” ujarnya.

Dia membenarkan, di Asrama Nusantara yang akan dibangun akan ada penerapan kurikulum khusus. Tim konsultan juga sedang berkomunikasi dengan Perguruan Tinggi soal penerapan SKS. Gumilar menjelaskan, kapasitas asrama itu diperkirakan antara 250 mahasiswa sampai 750 mahasiswa. Kapasitas ini akan ditetapkan secara bertahap oleh Tim Konsultan Penyiapan Asrama Nusantara.

“Kami terutama akan merekrut mahasiswa baru secara selektif yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Termasuk Papua, Aceh, Kalimantan, Maluku Utara, NTT, semua,” ujarnya.

Tujuan perekrutan ini, supaya mahasiswa yang menghuni Asrama Nusantara itu dapat mencerminkan Kebhinnekaan Indonesia. Mereka yang terpilih, rencananya juga akan memperoleh beasiswa. “Nanti kami perhitungkan rasio keterisian. Dari Jatim sendiri nanti ada di sana. Misalnya dari Tulungagung, dari Madiun, dari Banyuwangi, yang jauh dari rumah, juga perlu ada di situ,” ujarnya.

Meski begitu, Gumilar bilang, seleksi pemilihan mahasiswa penghuni asrama itu juga akan mempertimbangkan prioritas daerah tertentu di Indonesia dalam rangka membangun NKRI. Pemprov Jatim sendiri akan menyiapkan lahan di Surabaya dan Malang. Masing-masing lahan milik Pemprov seluas kurang lebih 1,5 hektare.

“Tadi beliau sudah berkenan melihat rencana lahan pemprov di Siwalankerto Surabaya, juga rapat dengan berbagai perguruan tinggi. Besok Selasa, beliau berkenan melihat di Malang,” ujar Khofifah.

Dia bersyukur, ide pembangunan Asrama Nusantara yang dia cetuskan pascainsiden di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya itu diadopsi secara nasional oleh Pemerintah Pusat. Asrama Nusantara di Jatim jadi modelnya.

Gumilar menjelaskan, rencananya, peletakan batu pertama pembangunan Asrama Nusantara di Jawa Timur dilakukan semester kedua 2020. “Ground breaking tahun depan. Menyesuaikan dengan jadwal turunnya APBN. Kami harapkan, ini sudah masuk di anggaran tahun depan. Saya kira di semester dua, karena harus menunggu proses dan pematangan desain,” ujarnya.

Pada proses pembangunan itu, Tim Konsultan Penyiapan Asrama Nusantara akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya Gubernur Jawa Timur dan timnya. “Karena nanti yang di Jawa Timur ini akan dijadikan semacam model,” katanya.

Soal pengelolaan Asrama Nusantara ini, Gumilar mengatakan, Tim Konsultan sedang mengusulkan bahwa pembangunannya dipayungi Instruksi Presiden. Ada beberapa kementerian yang terlibat.

“Penganggarannya diatur Bappenas nanti berkoordinasi dengan Kemenkeu, pembangunannya oleh Kementerian PUPR, lalu pembinaan konten kebangsaan dan sebagainya dari Ristek Dikti,” ujarnya.

Dia menjelaskan, akan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pembangunan Asrama Nusantara ini akan diturunkan ke Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. [tok/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar