Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

ASN Ngawi Nekat Mudik dengan Mobil Dinas, Siap-siap Sanksi Menanti

ASN di lingkungan Pemkab Ngawi dilarang mudik menggunakan kendaraan dinas (Foto: Fatihah F/Beritajatim.com)

Ngawi (beritajatim.com) – Sekretaris Daerah Ngawi, Mokh Shodiq Triwidiyanto, mengingatkan kepada para ASN untuk tidak mudik menggunakan kendaraan dinas selama masa Libur Nasional dan Cuti Bersama Idul Fitri 2022. Ketentuan ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

“Jadi sesuai SE sudah jelas terkait larangan menggunakan kendaraan dinas untuk mudik,” ujar Shodiq, Jumat (22/4/2022)

Shodiq menegaskan larangan penggunaan kendaraan dinas untuk mudik lebaran memang sudah rutin diatur setiap tahunnya. Sehingga secara otomatis ASN juga sudah paham aturan tersebut.

Selama masa libur, terang Shodiq, semua kendaraan dinas tidak dikandangkan di satu tempat melainkan tetap menjadi tanggung jawab penggunanya. Termasuk juga soal pemeliharaan tetap berada di tangan pengguna.

“Apabila nanti ada ASN yang melanggar maka akan kita berikan sanksi. Sanksi tersebut ada tahapannya berupa teguran dan sanksi tertulis,”pungkasnya.

Sesuai SE Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, mengatur terkait cuti pegawai, protokol perjalanan, dan disiplin pegawai.

Berikut isi edaran tersebut:

a. Cuti Pegawai Aparatur Sipil Negara

1) Pejabat Pembina Kepegawaian dan/atau Pejabat yang diberikan delegasi kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan pada lnstansi Pemerintah dapat memberikan cuti tahunan kepada Pegawai Aparatur Sipil Negara di lingkungan instansinya pada saat sebelum atau sesudah periode hari libur nasional dan cuti bersama Hari Raya ldul Fitri 1443 Hijriah.

2) Dalam rangka menjamin keberlangsungan penyelenggaraan pemerintahan dan kelancaran pelayanan publik, pemberian cuti tahunan sebagaimana dimaksud pada angka 5 huruf a butir 1) dilakukan dengan mempertimbangkan beban kerja, sifat dan karakteristik tugas, dan jumlah pegawai dari masing-masing lnstansi Pemerintah.

3) Pemberian cuti bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara dilakukan secara akuntabel sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020, dan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

b. Protokol Perjalanan

1) Pegawai Aparatur Sipil Negara yang akan melaksanakan perjalanan ke luar daerah, mudik, dan/atau ke luar negeri selama periode hari libur nasional dan cuti bersama Hari Raya ldul Fitri 1443 Hijriah, agar selalu memperhatikan dan mematuhi:

a) status risiko persebaran Covid-19 di wilayah asal dan/atau tujuan perjalanan;

b) peraturan dan/atau kebijakan mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri;

c) kriteria, persyaratan, dan protokol perjalanan yang ditetapkan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Kementerian Perhubungan, dan instansi terkait lainnya;

d) protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan; dan

e) penggunaan platform Peduli Lindungi.

2) Pejabat Pembina Kepegawaian pada instansi Pemerintah agar memastikan seluruh pejabat dan/atau pegawai di lingkungan instansinya tidak menggunakan kendaraan dinas untuk kepentingan mudik, berlibur, ataupun kepentingan lain di luar kepentingan dinas.

c. Disiplin Pegawai

Dalam rangka menjamin terlaksananya Surat Edaran ini, Pejabat Pembina Kepegawaian pada instansi Pemerintah agar:

1) menetapkan pengaturan teknis dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan di lingkungan instansi masing-masing dengan mengacu pada hal-hal yang disebutkan dalam Surat Edaran ini; dan

2) memberikan hukuman disiplin kepada Pegawai Aparatur Sipil Negara yang melanggar ketentuan dimaksud sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

(fiq/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar