Politik Pemerintahan

ASN Berharap Keputusan Mendagri Tuntaskan Masalah Pemkab Jember

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Arismaya Parahita

Jember (beritajatim.com) – Aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, kini sedang menanti surat keputusan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tentang persoalan di tubuh birokrasi daerah tersebut.

Sebelumnya, Bupati Faida sudah menjalani pemeriksaan oleh tim gabungan Kementerian Dalam Negeri di Jakarta soal dugaan penyalahgunaan wewenang, Selasa (12/1/2021). Keputusan final soal hasil pemeriksaan belum turun, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melayangkan surat yang menyebut adanya cacat prosedur dalam pembebasan sementara dari jabatan sekretaris daerah, beberapa pejabat eselon II, III, IV di Jember.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Arismaya Parahita mengatakan, masyarakat Jember sudah bisa menilai, sebenarnya pangkal sebab kegaduhan dari mana. “Apakah dari pegawai, dari rakyat, dari Dewan, atau dari bupati, atau dari gubernur, atau dari mana? Kita semua bisa tahu, bisa melihat, dan itu sekarang kan sedang menunggu keputusan (Mendagri). Ya kita lihat itu saja. Biar rakyat tahu penyebab persoalan di Jember apa dan siapa,” katanya, Rabu (20/1/2021).

Arismaya mengatakan keputusan Kemendagri sangat krusial. “Mudah-mudahan bisa menyelesaikan seluruh persoalan di Jember. Kita semua kan menunggu. ASN belum gajian. Pelayanan publik terganggu. Belum lagi bayar listrik dan macam-macam. Kan kasihan juga yang kantornya jaug untuk wira wiri pakai apa,” jelasnya.

Arismaya sepakat dengan Wakil Bupati Abdul Muqiet Arief. “Arahan Kiai Muqiet jelas bahwa yang bisa menyelesaikan permasalahan Jember hanya pemerintah provinsi atau pemerintah pusat, kalau lihat levelnya. Kita diminta menunggu. Kemarin dari pemprov sudah mengeluarkan surat. Sekarang tinggal Mendagri kayak apa. Kita tunggu saja, Mudah-mudahan bisa selesai masalahnya,” katanya.

“Pemerintah Kabupaten Jember sedang menunggu keputusan Mendagri. Kita tunggu apa keputusannya. Saya hanya melaksanakan perintah Wakil Bupati untuk menunggu keputusan Mendagri dan kami fokus pada pelayanan,” kataStaf Ahli Bupati Widi Prasetyo.

Dimintai konfirmasi via WhatsApp, Bupati Faida belum memberikan jawaban. [wir/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar