Politik Pemerintahan

AS : Indonesia Punya Tradisi Junjung Demokrasi

Jakarta (beritajatim.com) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo menggelar pertemuan dengan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nahdlatul Ulama (NU). Dalam pertemuan yang digelar di Hotel Four Season, Menlu Mike Pompeo menyinggung soal demokrasi antara negaranya dan Indonesia.

“Indonesia memiliki tradisi yang menjunjung tinggi keadilan, demokrasinya memiliki ciri kultur berbeda dengan AS tapi banyak juga persamaan,” kata Mike dalam siaran disiarkan daring, Kamis (29/10/2020).

Dalam forum bertajuk “Nurturing The Shared Civilization Aspirations of Islam Rahmatan Lil Alamin The Republic of Indonesia and The United Stated of America itu, Pompeo mengatakan bahwa hidup harmoni secara bersama dan saling menghormati adalah hal yang sangat penting. Dia bahkan menyebut bahwa motto “Bhineka Tunggal Ika” sama dengan motto yang dimiliki AS. Dia juga menyebutka bahwa UUD 1945 telah menyatakan bahwa semua orang bebas melaksanakan dan memilih agama yang dianutnya.

Menurutnya, peradaban umat saat ini sedang dirundung krisis. Baik dari luar atau dalam, kriris tersebut masih menciptakan ketidakadilan bagi umat.

Dalam kesempatan itu, Menlu Mike juga menyampaikan, konstitusi AS menjamin kebebasan beragama warganya. Masyarakat AS bebas memeluk agamanya dan menjunjung toleransi. Dia juga menilai,Indonesia bisa menjadi negra maju, dan Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia, tidak alasan untuk tidak bisa berdampingan dengan agama lain. “Saya percaya Indonesia bisa maju. Tidak ada alasan Islam tidak bisa berdampingan dengan agama lain,” tuturnya.

Pompeo pun memuji NU yang bisa memainkan peran penting untuk membina harmoni sebagai masyarakat yang bebas. Dia juga menyebut nama Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang berhasil mengawal masa transisi Indonesia menuju demokrasi dan menjunjung tinggi humanisme. Kemudian dilanjutkan dengan pemimpin NU selanjutnya yang mengkampanyekan Islam Nusantara. Dia juga berpendapat, NU dan MUhammadiyah sebagai ormas keagamaan bisa menjaga tradisi toleransi dalam negara demokrasi yang bekembang pesat. (hen/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar