Politik Pemerintahan

Ini Pesan Khofifah untuk Arumi Bachsin

Surabaya (beritajatim.com) – Istri Wagub Jatim Emil Dardak, Arumi Bachsin resmi dilantik sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (19/2/2019).

Pelantikan dan serah terima jabatan Ketua TPPKK dari Nina Soekarwo ke Arumi Emil Dardak dilakukan di hadapan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Elestianto Dardak serta Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat Erni Guntarti Tjahjo Kumolo.

Ibu dua anak yang hari ini tepat berusia 25 tahun itu bersemangat menyambut tugas baru untuk menggerakkan perempuan Jawa Timur.

Meski sudah berpengalaman menjabat sebagai Ketua TPPKKK Kabupaten Trenggelek, Arumi mengaku amanah ini memiliki tanggung jawab yang besar.

“Sebetulnya beda ya kalau di Trenggalek, di Provinsi Jawa Timur beda sekali tantangannya. Di Trenggalek ada 14 kecamatan, programnya mengikuti programnya bupati. Sekarang memegang 38 kabupaten/kota yang kulturnya berbeda-beda,” kata Arumi.

Meski begitu, ia mengaku siap menjalankan 10 program PKK dan siap membuka tangan menerima masukan dari masing-masing kabupaten/kota. Terutama terkait prioritas penanganan masalah di masing-masing daerah.

Arumi mengaku juga siap mengatasi masalah stunting di Jawa Timur sebagimana diamanahkan khusus oleh Gubernur Jatim Khofifah.

“Masalah stunting bukan hanya masalah kurang gizi saat hamil. Tapi juga terkait persiapan diri dan kualitas dari kesehatan ibu, atau life style yang dijalani ibu juga harus sudah mendukung siapkan kehamilan,” katanya.

Untuk itu dirinya siap turun ke anak-anak remaja yang kelak akan menjadi ibu untuk bisa menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan reproduksinya.

Gubernur Khofifah menekankan bahwa PKK memiliki peran penting untuk bisa mendukung program strategis Pemprov Jawa Timur.

Oleh sebab Itu, ia meminta selain 10 program pokok PKK dijalankan, PKK Jawa Timur bisa ikut memperhatikan masalah yang terjadi di daerah mereka sebagai penajaman.

“Penajamannya harus disesuaikan dengan masalah yang harus segera diatasi di daerahnya, dan itu harus dijadikan strategi khusus untuk dilakukan langkah intervensi,” tegas Khofifah.

Misalnya untuk angka kematian bayi di Jombang, dan angka kematian ibu di Jember. Lalu juga masalah pernikahan usia dini, dan masalah stunting.

“Kasus stunting masih ada di sebelas 11 kabupaten di Jatim, ibu PKK di sebelas wilayah ini harus fokus masalah stunting. Dan, dikoordinasikan bersama OPD setempat dan OPD Pemprov,” tegas Khofifah.

Stunting bukan hanya diantisipasi sejak hamil. Melainkan saat remaja. Yang harus memperhatikan gaya hidup dari calon ibu. Sehingga ia berharap ibu PKK bisa masuk ke lini remaja juga mengingatkan masalah Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR).

Selain itu yang juga dibutuhkan dari ibu PKK Jatim adalah masalah pernikahan dini di Jawa Timur. Di mana yang tertinggi adalah di Kabupaten Bondowoso. Ibu PKK diharapkan Khofifah bisa ikut mengedukasi orang tua untuk tidak buru-buru mendaftarkan anak ke KUA dan menikah.

Usia Arumi yang masih tergolong millenial diharapkan Khofifah bisa ikut mempermudah komunikasi dan edukasi ke kalangan ibu-ibu dan remaja terkait KRR tersebut.

“Dan yang saya ingatkan juga ibu PKK di daerah pengirim TKW terbesar. Mulai Banyuwangi, Malang, Bangkalan, Sampang, Trenggalek, Tulungagung dan Blitar juga Kediri. Saya ingatkan masalah pengasuhan anak-anak TKW, saya harap itu jadi fokus,” tegasnya. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar