Politik Pemerintahan

Armuji Sebut Ada ‘Begal’ di Kantor DPRD Surabaya

Foto ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Mantan ketua DPRD Surabaya Armuji menyebut ada ‘begal’ di lingkungan gedung DPRD Surabaya.

Pernyataan tersebut diduga buntut dari penetapan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang menimbulkan protes dari dua fraksi, yakni NasDem dan Demokrat.

Pernyataan ‘begal’ tersebut diutarakan Armuji melalui sebuah grup WhatsApp yang beranggotakan ratusan orang berasal dari lintas profesi.

“Sak iki onok begal di YS,”ucap Armuji pada grup WhatsApp.

Saat dikonfirmasi, politisi asal PDIP itu, membenarkan bahwa istilah ‘ada ‘begal’ di YS memang berasal darinya.

“Yang menciptakan istilah itu kan saya. Ada yang kebegal. Tidak kesampaian keinginannya,” ujar Armuji, Rabu (02/10/2019) malam.

Saat ditanyai apa motifnya ingin mendorong politisi Partai Demokrat Herlina Harsono Nyoto kembali duduk Ketua Komisi A.

Kembali, Armudji membantah. Ia menyebut bahwa penetapan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Surabaya sudah sesuai mekanisme. “Enggak. Ngapain. Gak benar itu,” ujar Armuji.

Diketahui Herlina Harsono Njoto sebelumnya menjabat sebagai ketua Komisi A dan sekarang terlempar menjadi anggota biasa di komisi D DPRD Surabaya. Sedangkan posisi ketua Komisi yang menaungi perizinan dipegang oleh Ayu Pertiwi Khrisna dari fraksi Golkar.

Sebelumnya sempat terjadi polemik perebutan pada penyusunan AKD DPRD Surabaya. [ifw/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar