Politik Pemerintahan

Armudji Mundur dari Pilwali Surabaya, Baktiono Bantah Ada Penjegalan

Baktiono

Surabaya (beritajatim.com) – Sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya, Baktiono mengaku hingga sore ini belum menerima pengajuan surat pengunduran diri secara resmi dari Armudji, bakal calon wakil wali kota yang mendaftar di DPC PDIP Kota Surabaya.

“Hingga saat ini kami belum menerima secara resmi surat pengunduran diri dari Pak Armudji. Tapi, kami baru mengetahui dikontak yang bersangkutan, bahwa hari ini Pak Armudji mundur dari pencalonan bakal calon wakil wali kota untuk PDIP di Kota Surabaya. Kami juga sangat prihatin pengunduran diri ini. Kami harap Pak Armudji tetap bersemangat untuk bisa berjuang bersama-sama dengan masyarakat,” kata Baktiono kepada wartawan, Sabtu (4/7/2020).

Dengan mundurnya Armudji dari pencalonan, menurut Baktiono, masih ada 18 bakal calon wali kota dan wakil walikota dari kader internal yang mendaftar melalui DPC PDIP Kota Surabaya. “Rekomendasi belum diturunkan DPP PDIP hingga saat ini. Kalau Pak Armudji belum waktunya sudah mengundurkan diri, ini sama dengan lagu nostalgia berjudul layu sebelum berkembang,” tukasnya.

Armudji

Tudingan dari Armudji bahwa dirinya mengalami penjegalan dalam pencalonannya di PDIP, Baktiono membantah hal tersebut. “Sampai saat ini kami di DPC belum mendengar kalau ada jegal-menjegal. Tapi kalau saya melihat langkah Pak Armudji ini sungguh luar biasa. Belum ada calon lain yang memasang baliho sosialisasi dirinya seperti Pak Armudji. Kami sangat menyayangkan bersangkutan mundur,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, anggota DPRD Jatim, Armudji menegaskan dirinya mengundurkan diri dari pencalonannya di Pilwali Surabaya sebagai calon wakil walikota yang mendaftar di PDIP.

“Saya memutuskan mengundurkan diri dengan tiga alasan. Yakni, berkosentrasi membantu masyarakat yang kesulitan di masa pandemi Covid-19 khususnya di wilayah Kota Surabaya, melihat perkembangan situasi politik sebagai kader PDIP Perjuangan kami mengedepankan azas kemanusiaan menghadirkan wajah kader yang menampilkan pelayanan masyarakat dan sebagai kader kami siap menjalankan instruksi serta tunduk patuh terhadap perintah Ketua Umum Ibu Hj Megawati Soekarnoputri,” tegas Armudji kepada wartawan di Cafe Omah Sae, Jalan Musi Surabaya, Sabtu (4/7/2020).

Surat pengunduran diri Armudji ditujukan kepada Ketua DPC PDIP Perjuangan Kota Surabaya, ditembuskan ke DPP PDIP dan DPD PDIP Jatim.

Selain itu, Armudji juga merasa ada pihak-pihak yang menjegalnya dalam pencalonan. “Setiap kali kegiatan, ada yang ditegur. Saya juga dilarang mengajak orang dalam acara. Sesama kader partai seharusnya tidak seperti itu. Lebih baik saya yang mundur. Mereka merasa pengurus mungkin yang paling berhak, nggak perlu saya sebutkan mereka itu siapa,” tuturnya.

Mengapa mengalah mundur? “Bagi saya jabatan bukanlah segalanya. Nggak perlu kita ngoyo atau saling menjegal. Kami siap mendukung siapapun yang direkom partai. Itu domainnya DPP. Saya tidak mau berkomentar soal isu ada yang direkom, sampai saat ini rekompun belum ada,” pungkasnya. [tok/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar