Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Aplikasi PING Pemkab Ngawi Tidak Berfungsi Maksimal

Ilustrasi (foto : Taras Shypka, Unsplash)

Ngawi (beritajatim.com) – Aplikasi PING (Pusat Informasi Ngawi) garapan Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian Ngawi tidak berfungsi maksimal. Sejak launching pada tahun 2018 silam, masih banyak masyarakat yang tidak tahu keberadaan aplikasi tersebut. Hal tersebut juga diperparah dengan bangunan call center 112 milik Pemkab Ngawi yang mangkrak.

Salah seorang warga Ngawi Lely Agustin mengungkapkan kalau ada beberapa menu yang kurang maksimal. Salah satunya untuk mengecek nomor induk kependudukan (NIK) masih belum bisa. Sekaligus, untuk info profil desa baru tersedia 16 desa dari 200 lebih desa di Ngawi.

”Secara keseluruhan aplikasi ini tidak efektif, seluruh informasi ini sebenarnya bisa dicari lewat mesin pencarian. Toh, informasi terkait ekonomi bisa diakses lewat web Siskaperbapo. Untuk cek NIK, bisa langsung ke web Kementerian Dalam Negeri,” kata Lely, Senin (15/3/2022)

Terpisah, Wahyu Sri Kuncoro Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian Ngawi mengakui jika keberadaan aplikasi PING kurang maksimal. Karena sejak launching tahun 2018 yang lalu masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui. Meskipun aplikasi tersebut bisa diunduh lewat play store melalui hp android begitupun dengan call center 112. ”Sejak launching aplikasi PING tersebut berjalan stagnan dan kurang maksimal,”kataya.

Wahyu menjelaskan, memang untuk aplikasi PING masyarakat bisa melihat menu – menu yang sudah tersedia. Seperti informasi tentang sejarah Ngawi, tempat wisata, kesehatan, pertanian, ekonomi dan menu yang lainnya. Sejauh ini aplikasi sendiri ketika dilihat melalui play store sekitar 2.000 orang saja yang mengunduh

”Saya rasa masih jauh dari harapan selama ini. Dan untuk bangunan call center 112 sendiri memang belum berfungsi. Karena kendala terkait dengan tenaga operatornya yang belum ada hingga saat ini dan ditambah harus stay 24 jam,” katanya.

Dia berdalih kalau minimnya anggaran yang ada pada Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian. Jadi sebenarnya sudah bisa untuk dihubungi tapi tidak bisa menyambung ke operatornya.

Aplikasi Ping

Pihaknya juga sudah mendapat perintah dari Bupati Ngawi untuk mengembangkan aplikasi PING ini. Tidak dipungkiri jika selama ini hanya bisa diakses satu arah dalam artian hanya bisa menikmati informasinya saja. Maka dari itu, kedepannya aplikasi tersebut akan ditambah dengan menu untuk tanya jawab ataupun pengaduan masyarakat.

Selain itu, untuk call center 112 sendiri memang masih membutuhkan sarana pendukung lainnya yang selama ini masih belum bisa kita cukupi hal itu juga karena adanya refocusing anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19 sehingga masih kurang maksimal dalam penerapannya.

“Kami akan coba terus lakukan sosialisasi secara paralel dengan memaksimalkan menu yang lainya,”pungkasnya. (fiq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar