Politik Pemerintahan

APJATI Jatim Minta Semua Pihak Jaga Situasi Kondusif

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua APJATI (Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia) Jawa Timur memastikan jika pihaknya siap bersinergi dengan pemerintah pusat dalam memberangus mafia-mafia penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Hanya saja, Ia berharap jangan sampai pihak tidak bertanggung jawab yang menumpangi kebijakan itu.

“Saya keberatan terhadap polemik sekumpulan orang yang mengatasnamakan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia ataupun istilah sponsor dengan Kepala Badan Perlundungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Hal itu harus segera dihentikan,” kata Ketua APJATI Jawa Timur, Mazlan Mansur.

“Pernyataan Kepala Badan adalah ditujukan pelaku-pelaku atau mafia yang melakukan penempatan PMI tidak mengikuti peraturan pemerintah,” tambahnya.

Mazlan pun menambahkan jika sesuai dengan undang2 no 18 tahun 2017 sekarang ini sudah tidak ada lagi istilah PJTKI. “Melainkan disebut dengan istilah P3MI ( Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia ),” tegasnya.

“Saya sangat mendukung penuh langkah Kepala Badan BP2MI dengan upaya yang gigih memberangus praktek penemptan PMI yang tidak sesuai dengan peraturan pemerintah atau illegal. Bahkan kami menyambut baik terhadap rencana pemerintah untuk penempatan PMI informal secara gratis. Artinya tidak ada biaya di depan atau potongan gaji sepeserpun,” lanjut Mazlan.

APJATI Jatim pun menekankan agar semua pihak menjaga kondusifitas suasana. “Saya juga sebagai Ketua APJATI Jawa Timur mengimbau agar di tengah pandemi janganlah melakukan hal yang memperburuk lagi keadaan. Saat ini banyak masyarakat yg sedang susah bahkan calon PMI dan keluarganya. Berilah solusi yang baik kepada pemerintah untuk mewujudkan tata kelola penempatan PMI yang baik serta solusi yang baik terhadap Calon PMI dan keluarganya yang lagi kesusahan di tengah pandemi,” pungkas Mazlan. [ifw/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar