Politik Pemerintahan

API Banyuwangi Dapat Hibah Tanah 2,4 Hektar

Banyuwangi (beritajatim.com) – Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi mendapat hibah tanah seluas 24.000 m2. Tanah itu berasal dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi diserahkan kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Kementerian Perhubungan. Hibah tanah tersebut digunakan untuk pengembangan kampus (API) Banyuwangi.

Penyerahan hibah tanah tersebut ditandai dengan penandatanganan naskah perjanjian hibah barang milik daerah antara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Sekretaris BPSDMP Kementerian Perhubungan M. Yugihartiman di Pendopo Banyuwangi.

“Alhamdulillah setelah melewati proses yang panjang, akhirnya kami bisa merealisasikan janji untuk menghibahkan tanah bagi Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi. Kami berharap hibah tanah ini bisa dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pengembangan API di Banyuwangi,” tutur Anas, Selasa (16/2/2021).

Dalam kesempatan itu, sekaligus dilakukan penandatanganan berita acara serah terima hibah barang milik negara oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, Mujiono, dan Direktur API Banyuwangi, Geny Luhung Prasojo.

Adapun lokasi tanah hibah yang diserahterimakan kepada API Banyuwangi tersebut berada di komplek Bandar Udara Banyuwangi di Desa Blimbingsari, Kecamatan Blimbingsari seluas 24.000  m2. Dengan nilai perolehan sebesar Rp. 1,58 miliar.

Sejak berdiri tahun 2013, API Banyuwangi telah menempati lokasi tanah hibah ini dengan mengantongi hak pakai tanah dari Pemkab Banyuwangi, sembari menunggu seluruh proses administrasi hibahnya rampung. “Alhamdulillah tahun ini bisa rampung sehingga kita bisa melakukan proses serah terimanya,” kata Anas.

Dengan penyerahan hibah tanah ini, Anas berharap API Banyuwangi dapat berkontribusi pada pembangunan daerah. “Kami berharap ke depan ada kolaborasi. Seperti yang telah kami lakukan dengan banyak pihak yang lain untuk mendorong kinerja pembangunan daerah,” ujarnya.

“Misalnya, bersama Gojek kami membuat program pengantaran obat bagi warga miskin. Begitu juga dengan platform pendidikan Ruangguru, kami membuka bimbingan belajar online gratis bagi siswa hingga ke pelosok desa,” sambungnya.

Anas pun berharap agar pengembangan gedung baru API ke depan selain memenuhi fungsinya juga mengedepankan unsur estetika dengan mengusung arsitektur lokal.

“Selama ini bangunan-bangunan publik di Banyuwangi telah diwarnai dengan arsitektur khas lokal. Kami berharap hal yang sama juga dilakukan oleh API Banyuwangi, misalnya gedung dibangun menggunakan arsitektur rumah Osing. Lansekapnya juga dibikin ramah lingkungan sehingga klop dengan konsep green airport yang letaknya bersebelahan dengan kampus API,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris BPSDMP M. Yugihartiman menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Banyuwangi kepada API Banyuwangi.

“Kami sangat berterima kasih karena Pemkab yang telah menghibahkan asetnya guna mendukung pengembangan kampus kami. Semoga hibah ini dapat menunjang proses pendidikan dan pelatihan API,” ujarnya.

Yugihartiman juga menyatakan siap berkolaborasi mendukung pembangunan daerah. “Kami siap bersinergi mendukung program-program Pemkab Banyuwangi,” pungkasnya.  [rin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar