Politik Pemerintahan

APBD Perubahan, Pendapatan Kabupaten Bojonegoro Turun

Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah

Bojonegoro (beritajatim.com) – Terkit dengan Raperda Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 Kabupaten Bojonegoro, Bupati Anna Mu’awanah memandang dari sisi pendapatan mengalami penurunan jika dibanding tahun sebelumnya.

Hal itu disampaikan Anna Mu’awanah dalam rapat paripurna dengan agenda Penyampaian Jawaban Bupati Bojonegoro atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Senin (7/9/2020).

Dalam laporannya, Bupati Anna mengatakan, adanya perubahan ketetapan atas dana transfer sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2020, terdapat penurunan dana transfer dari pemerintah pusat.

Beberapa dana transfer dari pusat yang mengalami penurunan, meliputi Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Insentif Daerah (DID) dan Dana Desa (DD), yaitu dari ketetapan awal sejumlah Rp3 triliun menjadi Rp2,7 triliun.

Selain itu, juga mengalami penurunan penerimaan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya dari sektor pajak, retribusi dan PAD lainnya. Dimana ketetapan awal PAD sejumlah Rp843,2 miliar menjadi Rp568,4 miliar. Sisi pendapatan, pada APBD Perubahan tahun anggaran 2020 destimasi mengalami penurunan 14,15 persen, dari sebelum perubahan ditetapkan sebesar Rp4,84 triliun menjadi Rp3,50 triliun.

Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 disusun untuk memberikan respon terbaik terhadap permasalahan dan kondisi faktual terkini yang dihadapi dalam rangka mewujudkan harapan seluruh masyarakat Bojonegoro. “Hal ini telah tercermin dalam belanja prioritas Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020,” pungkasnya. [lus/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar