Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

APBD Jember 2022 Rp 3,81 T, Belanja Operasi Berkurang

Jember (beritajatim.com) – Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, Tahun Anggaran 2022 diproyeksikan Rp 3,81 triliun. Ada kenaikan dibandingkan APBD 2021. Namun belanja operasional berkurang.

Proyeksi APBD 2022 dibandingkan 2021 naik Rp 103,03 miliar atau 2,78 persen. “Hal ini dikarenakan target penerimaan pendapatan transfer dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jatim kepada pemerintah daerah khususnya Kabupaten Jember ditargetkan naik dari tahun sebelumnya. Sedangkan untuk lain-lain pendapatan daerah yang sudah ditargetkan mengalami penurunan,” kata Bupati Hendy Siswanto, dalam sidang paripurna Nota Pengantar APBD 2022, di gedung DPRD Jember, Senin (8/11/2021).

Di tengah situasi pandemi, Hendy percaya diri pendapatan asli daerah akan naik 2,49 persen dari Rp 716,85 miliar menjadi Rp 734,70 milyar. Pajak daerah diproyeksikan mengalami kenaikan sebesar 10,14 persen dari Rp 223,41 miliar menjadi Rp 248,62 miliar. Begitu pula retribusi daerah, naik dari Rp 42,20 miliar menjadi Rp 47,68 miliar.

“Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tidak mengalami perubahan yaitu Rp 6,1 miliar. Sementara lain-lain PAD yang sah mengalami penurunan Rp 12,83 miliar dari Rp 445,12 miliar menjadi Rp 432,29 miliar.

Sementara itu, pendapatan transfer pada APBD 2022 sebesar Rp 3,05 trilyun mengalami peningkatan sebesar Rp 265,97 milyar atau 8,71 persen dari target pendapatan semula. Pendapatan ini berasal dari transfer pemerintah pusat sebesar Rp 2,79 trilyun rupiah dan transfer antar daerah sebesar Rp 265,04 milyar rupiah.

Namun, rencana belanja daerah dalam Rancangan APBD 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 39,05 miliar atau 0,01 persen dibanding tahun sebelumnya, dari Rp 4,44 triliun menjadi Rp 4,39 triliun.

Belanja operasi mengalami penurunan sebesar Rp 229,16 miliar atau minus 7 persen, dari Rp 3,22 trilyun menjadi Rp 2,99 triliun. Belanja Modal naik 29 persen dari Rp 681,32 miliar menjadi Rp 879,1 miliar. Belanja tidak terduga naik 111 persen dari Rp 21 miliar menjadi Rp 44,39 miliar.

Sementara itu, belanja transfer turun 8 persen dari Rp 525,08 miliar menjadi Rp 481,99 miliar. “Sedangkan untuk rencana pembiayaan daerah pada APBD 2022 sebesar Rp 586,48 miliar atau mengalami penurunan sebesar Rp 153,52 miliar atau minus 20,67 persen dari semula sebesar Rp 740 miliar,” kata Hendy. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar