Politik Pemerintahan

Apa Kata FPI Jatim Soal Dilaporkannya Gus Nur ke Polisi?

Jember (beritajatim.com) – Sugi Nur Raharja alias Gus Nur dilaporkan Ayub Junaidi, Wakil Ketua PCNU Jember dan Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PKB Jember, ke polisi karena dugaan pencemaran nama baik lembaga NU.

Ketua Dewan Syuro Front Pembela Islam Jawa Timur Habib Haidar Alhamid mengatakan, pelaporan ke polisi itu sah. “Silakan, ini negara hukum. Hak setiap warga negara untuk mendapatkan keadilan,” katanya, Rabu (21/10/2020).

Haidar mengaku tidak tahu persis bagaimana ucapan Gus Nur. Namun ia mengingatkan bahwa sesama umat Islam tidak boleh saling menjelekkan. FPI Jatim tidak ikut campur dalam persoalan itu, termasuk secara kelembagaan menyediakan pendamping hukum bagi Gus Nur.

“Secara keorganisasian, kami belum pernah mendapat permohonan atau permintaan, apalagi kami mengajukan untuk membantu. Saya selaku Ketua Dewan Syuro FPI Jawa Timur menyatakan, tidak ada pemberian bantuan hukum,” katanya.

Sebelumnya, Ayub Junaidi dengan dikawal sejumlah anggota Banser Gerakan Pemuda Ansor melaporkan Gus Nur kepada Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, atas dugaan pencemaran nama baik terhadap Nahdlatul Ulama, Senin (19/10/2020).

“Kami melaporkan Nur Sugik atas komentarnya di Youtube saat bersama Saudara Refly Harun, di mana dia mengumpakan NU seperti bus umum yang sopirnya mabuk, kondekturnya teler, keneknya ugal-ugalan, dan isi busnya adalah PKI, liberal, dan sekuler,” kata Ayub.

Ayub mengatakan, pernyataan tersebut mencemarkan nama baik NU dan merupakan ujaran kebencian. “Sesuai Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik), maka sebagai warga negara Indonesia yang taat hukum, kami laporkan ke kepolisian agar hal-hal seperti ini tak terjadi lagi,” katanya.

Ayub mengatakan, bukan sekali ini saja Nur Sugik melontarkan ujaran kebencian kepada beberapa pihak. “Tapi selama ini tidak diproses secara hukum,” katanya.

Ayub meminta Polres Jember segera menindaklanjuti laporan tersebut agar tidak terjadi hal-hal tak diinginkan. “Agar masyarakat NU tetap tenang dalam menghadapi persoalan ini,” katanya. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar