Politik Pemerintahan

Apa Kabar Pansus Covid DPRD Jember?

Anggota Komisi D Dannis Barlie Halim

Jember (beritajatim.com) – Wacana pembentukan panitia khusus di DPRD Jember, Jawa Timur, yang membahas pandemi Covid-19 kembali mencuat. Ini setelah terungkap bahwa anggaran penanganan covid yang sudah dicairkan mencapai Rp 219 miliar.

“Kami akan meminta pimpinan DPRD Jember membuat panitia khusus Covid-19. Dengan adanya pansus kami bisa mengundang lintas organisasi perangkat daerah, sehingga bisa bersama melakukan pengawasan dan evaluasi anggaran covid,” kata Ketua Komisi C David Handoko Seto, Rabu (7/10/2020).

Sebelumnya, usulan pembentukan Pansus Covid sudah pernah didengungkan oleh legislator Fraksi Nasdem, Dannis Barlie Halim. Namun usulan itu tak gayung bersambut. DPRD Jember terlalu sibuk dengan agenda pemilihan kepala daerah.

Belakangan, sejumlah warga mendatangi gedung DPRD Jember, Kamis (24/9/2020). Mereka menuntut pembentukan panitia khusus yang menangani persoalan-persoalan seputar penanganan pandemi Covid-19. Semula warga mempersoalkan penanganan pasien berstatus Covid-19 meninggal dunia bernama Rosidi (61). Warga tidak percaya dengan penentuan status Rosidi, dan menilai ada kejanggalan dalam penentuan status tersebut serta penanganan pasca penentuan status.

Dari sini kemudian muncul tuntutan pembentukan pansus Covid-19 agar seluruh persoalan penanganan pandemi bisa diungkap dan diselesaikan. “Jelas ini bermanfaat bagi masyarakat. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Semuanya keterbukaan,” kata Ahmad Said Hidayad (39), anak Rosidi.

Wakil Ketua Komisi D Nurhasan saat itu setuju dengan usulan warga. “Ini positif sekali. Dengan adanya dorongan masyarakat, kami berharap pimpinan segera duduk bareng lagi, menjadwal ulang (pembentukan) pansus covid ini,” katanya.

Dengan adanya pansus, menurut Nurhasan, parlemen lebih bebas bergerak memantau pemakaian anggaran Covid-19 oleh Pemkab Jember. Selain itu, pansus akan memperkuat peran parlemen ketimbang pengawasan hanya dilakukan komisi. “Bisa lebih turun ke bawah, baik ke masyarakat maupun ke puskesmas,” katanya.

“Beberapa partai sebenarnya sudah mengusulkan, termasuk PKS, PDI Perjuangan, dan Nasdem. Tapi dulu kan kacaunya ujug-ujug keluar satuan tugas yang ditandangani DPR RI, yang waktu itu tidak ada pembicaraan sama sekali. Saat itu kita sedang membicarakan pembentukan pansus, terus tahu-tahu ada satgas itu,” kata Nurhasan.

Dannis mengatakan pembentukan pansus bisa menenangkan keresahan masyarakat. “Penanganan covid juga lebih transparan, dan masyarakat lebih tenang karena penanganan covid sesuai prosedur yang ada. Pansus ini sangat urgen. Kita sempat lengah, dan jumlah pasien di Jember bertambah,” katanya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar