Politik Pemerintahan

Anwar Sadad Nilai Khofifah Berhasil Implementasikan Hifzh Al-Nafs

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang mengizinkan para santri untuk kembali ke Pondok Pesantren pada tanggal 15 Juni kelak. Menurut Sadad, hal itu sangat relevan.

“Kembalinya santri ke pesantren, bukan semata kembali ke sekolah, tapi kembali pada keluarga. Di sana mereka mencari ilmu sekaligus mengamalkan ilmu. Oleh karena itu secara pribadi saya setuju jika pesantren dikecualikan dari kewajiban belajar di rumah hingga akhir tahun,” jelas Sadad.

Meski demikian, politisi Partai Gerindra ini meminta agar Pemprov Jawa Timur ikut mengawal agar protokol kesehatan tetap dijalankan dengan optimalkan di Pondok Pesantren. “Sudah menjadi tugas Pemerintah memfasilitasi bahkan menjamin ‘kehidupan’ di dalam masyarakat pesantren berjalan dgn aman, dg memenuhi perlengkapn dan protokol keselamatan,” ujarnya.

“Surat Gubernur Jatim sudah memenuhi unsur dari keharusan tersebut. Bahkan secara khusus saya pribadi mengapresiasi poin nomer 2 dalam surat Gubernur itu. Bahwa yang dilakukan Pemprov dan Gubernur Khofifah adalah bagian dari implementasi hifzh al-nafs, menjaga keselamatan jiwa. Inilah salah satu esensi tujuan bersyariah yang hanya bisa difahami dan dipraktikkan oleh orang yang mengerti syariah secara substansial,” tambah Sadad.

Sadad pun menggarisbawahi adanya penyebutan hifz al-nafs dalam surat yang ditandatangani oleh Gubernur Khofifah itu. “Penyebutan hifz al-nafs dalam sebuah dokumen resmi pemerintah mnandakan nilai syariah tersublimasi secara substansial, tak cuma dikampanyekan sebatas sebagai simbol artifisial,” katanya.

“Hifzh al-nafs merupakan 1 dari 5 prinsip ‘al-ushul al-khamsah’, 5 prinsip dasar, yg mnjadi tujuan bersyariah, dalam filsafat hukum Islam disebut ‘maqasid al-syari’ah’. Begitulah cara seorang santri men’tasarruf’kan kewenangan kekuasaan dlm bingkai keindonesian. Indonesia yang memiliki DNA agama dan kebangsaan dalam takaran yang seimbang. Salute,” pungkas Sadad. [ifw/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar