Politik Pemerintahan

Antisipasi Pohon Tumbang, DLH Kota Mojokerto Identifikasi 10 Pohon yang Mengkhawatirkan

Mojokerto (beritajatim.com) – Untuk mengantisipasi pohon tumbang saat musim hujan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto mengidentifikasi ada 10 pohon yang mengkhawatirkan di wilayah Kota Mojokerto. Sebanyak 10 pohon tersebut berada di sejumlah jalan protokol Kota Mojokerto yang banyak lalu-lalang kendaraan bermotor.

Sebanyak 10 pohon tersebut berada di Jalan Majapahit Selatan Kecamatan Kranggan, Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Raya Ijen Kecamatan Magersari dan Jalan Raya Cinde di Kecamatan Prajurit Kulon. Identifikasi ini setelah DLH Kota Mojokerto membentuk tim untuk menyisir pohon di Kota Mojokerto.

Plt Kepala DLH Kota Mojokerto, Amin Wachid membenarkan, pihaknya telah membentuk tim untuk menyisir mana pohon-pohon yang layak maupun tidak layak di Kota Mojokerto. “Dari evaluasi sudah ketemu, kami identifikasi ada sekitar 10 pohon yang mengkhawatirkan sehingga kami tebang,” ungkapnya, Senin (15/2/2021).

Masih kata Amin, sebanyak 10 pohon tersebut sebelum dilakukan pemotongan akan dilakukan perapian terlebih dahulu. Yakni dengan merapikan ranting dan dahan pohon sebelum nantinya akan diganti dengan pohon pengganti. Karena sebelum dipotong wajib disebelahnya untuk disiapkan pohon pengganti.

“Untuk di Jalan By Pass, itu memang wilayahnya Provinsi tapi sudah kami sudah komunikasi untuk dilakukan perampingan bersama-sama karena masyarakat tidak tahu itu provinsi atau kabupaten atau kota, yang tahunya adalah DLH wilayah kota atau kabupaten. Kita sudah komunikasikan ini untuk dilakukan perampingan bersama,” katanya.

Sehingga untuk di wilayah By Pass Kota Mojokerto, pihaknya bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi jawa Timur melakukan penyisiran pohon rawan tumbang. Perampingan pohon akan dilakukan bersama-sama untuk mengantisipasi pohon tumbang di musim penghujan seperti saat ini.

“Kita coba komunikasi tadi malam, tadi pagi juga ada sudah tidak ada ranting yang pohon yang dirapikan. Bukan karena roboh cuma kesenggol, ketemper truk kontainer. Memang harusnya sudah perampingan, kita tidak boleh terlalu menyalahkan sopir truk. Dia pingin minggir kemudian menepi, ketemper kan sudah kewajiban kita untuk merapikan itu,” ujarnya. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar