Politik Pemerintahan

Antisipasi Pemudik, Pemkot Mojokerto Siapkan Posko Covid-19 RT/RW

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat sidak ke Posko Covid-19. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto mulai memperketat pengawasan terhadap mobilitas keluar masuknya pendatang di Kota Mojokerto melalui Posko Siaga Covid-19 di tingkat RT/RW. Hal ini, dilakukan sebagai upaya menertibkan larangan mudik lebaran yang telah diputuskan oleh Presiden RI Joko Widodo.

Sejak lima hari terakhir ini, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus yang saat ini telah menjadi pandemi di seluruh daerah di Indonesia. Yakni dengan mendirikan Posko Siaga Covid-19 di tingkat RT/RW di masing-masing lingkungan, diharapkan mampu mencegah masuknya virus.

“Kami mulai meningkatkan pengawasan sekaligus memperketat keluar masuknya pendatang, yang dimulai dari tingkat RT/RW. Kami lakukan di tingkatan ini, karena warga pasti tahu betul kondisi lingkungannya. Bagaimana tetangganya, bagaimana mereka bersosialisasi. Karena, tanpa bantuan serta partisipasi warga, kami dan TNI-Polri tentunya tidak bisa menjangkau secara keseluruhan,” ungkap Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat sidak posko Covid-19, Rabu (22/4/2020).

Ning Ita (sapaan akrab, red) meminta dengan tegas kepada warga Kota Mojokerto untuk selalu melaporkan situasi dan kondisi yang terjadi di lingkungan. Mulai dari pendataan tamu yang datang hingga penerapan protokol kesehatan dengan mewajibkan mengenakan masker dan cuci tangan pakai sabun. Karena mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun serta mengenakan masker setiap keluar rumah, dapat memutus mata rantai penyebaran virus.

“Dan kami memohon kerjasamanya kepada semua warga Kota Mojokerto yang saat ini sedang merantau, tolong jangan pulang kampung terlebih dahulu. Mari taati aturan yang ditetapkan pemerintah demi keselamatan bersama, untuk tidak mudik terlebih dahulu. Jika, anda tetap memaksa mudik, maka kami dengan tegas akan mengarantina di ruang isolasi yang telah kami sediakan selama 14 hari, dengan pengawasan ketat dari petugas,” tegasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar