Politik Pemerintahan

Antisipasi Pemudik, Pemkab Mojokerto Tambah Ratusan Ruang Isolasi dan Karantina

Bupati Mojokerto Pungkasiadi. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemkab Mojokerto terus melakukan antisipasi terkait meningkatnya jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pantauan (ODP). Selain menyeleksi kedatangan orang baru dari daerah luar, pemkab juga menyiapkan sejumlah komponen kesehatan dalam mengantisipasi pertambahan ODP dan PDP.

Salah satunya ruang isolasi dan karantina yang dapat menampung PDP dan ODP di 18 kecamatan. Meski RSUD Prof Dr Soekandar ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan yang tentunya memiliki ruang isolasi bagi PDP, namun pemkab juga menyiapkan RSUD RA. Basoeni dan dua puskesmas rawat inap sebagai tempat isolasi dan karantina penyangga.

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengatakan, di RSUD Prof dr Soekandar dapat menampung 35 pasien sekaligus. “Di RSUD RA Basoeni Gedeg, kita menyiapkan 50 bed dan kamar. Lantai satu ada 18 kamar, lantai dua ada 16 kamar dan lantai tiga ada 16 kamar. Sekarang sudah disiapkan semua perlengkapan kesehatannya,” ungkapnya, Selasa (21/4/2020).

Masih kata Bupati, tak hanya rumah sakit, pemkab juga menyediakan dua puskesmas yang disulap sebagai penyangga isolasi. Yakni puskemas Gondang serta Puskesmas Kupang, Jetis yang masing-masing dapat menampung empat pasien. Kedua puskesmas tersebut karena ketersediaan dan kualitas medisnya, baik peralatan maupun Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kita juga siapkan ruang karantina, di sejumlah tempat umum dan fasilitas kesehatan. Dari 22 puskesmas yang memiliki ruang rawat inap serta 55 puskesmas pembantu yang tersebar di 18 kecamatan yang akan didampingi oleh posko-posko dan relawan yang terbentuk. Mulai dari tingkat kecamatan hingga desa,” katanya.

Bupati menjelaskan, puskesmas pembantu (pustu) karena perawat dan bidannya belum cukup memadai untuk isolasi sehingga disiapkan untuk karantina. Ditambah juga relawan yang ada di posko-posko di 18 kecamatan dan 304 desa/kelurahan. Persiapan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi dini atas meluasnya persebaran Covid-19.

“Kabupaten Mojokerto dihimpit daerah zona merah sehingga perlu diupayakan kewaspadaan dini untuk memutus matarantai persebaran virus berbahaya itu. Penyemprotan disinfektan serentak itu salah satu langkah efektif yang bisa memutus matarantai virus. Tentunya dengan kedisiplinan dan kesadaran tinggi masyarakat dalam menjaga kesehatan,” tegasnya. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar