Politik Pemerintahan

Antisipasi Mudik Mandiri, Pemkab Mojokerto Efektifkan Ketua RT Pantau Warganya

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Selain mendirikan sejumlah posko dan relawan ntuk meminimalisir dan memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19), Pemkab Mojokerto juga mengefektifkan Ketua Rukun Tetangga (RT) yang ada. Ketua RT diminta untuk memantau warganya yang melakukan mudik mandiri.

Khususnya bagi warga yang datang dari daerah DKI Jakarta dan sekitarnya pasca diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala besar (PSBB). Pendatang atau tamu yang singgah juga diwajibkan lapor RT/RW dan diminta untuk melakukan karantina mandiri atau di desa tempatnya singgah.

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengatakan, Ketua RT cukup mengerti kondisi warganya. “Tanpa ada catatan, RT itu tahu warga ini kerja dimana. Karena untuk yang mudik mandiri, tidak bisa dipantai kapan datangnya sehingga kita minta RT agar melapor jika ada warganya yang datang dari luar kota,” ungkapnya, Sabtu (18/4/2020).

Pemkab Mojokerto sudah membentuk relawan gugus tugas terintegrasi mulai dari tingkat pemerintah desa (pemdes), kecamatan hingga pemerintah daerah (pemda). Tidak sekedar menjaga dan mengawasi, petugas juga dituntut mampu mendeteksi arus kedatangan para pemudik. Temasuk juga mendata asal muasal serta tempat singgahnya.

“Sehingga Ketua RT/RW kini diminta aktif mendata situasi di lingkungannya setiap hari. Jika ditemukan tamu dari luar daerah, pengurus RT langsung mengkomunikasikan dengan relawan gugus tugas tingkat desa untuk diperiksa kesehatannya. Termasuk juga menginstruksikan kepada pendatang untuk melewati karantina selama 14 hari,” ujarnya.

Baik secara mandiri di rumah ataupun ruang karantina yang sudah disiapkan pemdes. Masih kata Bupati, jika ditemukan ada gejala, maka bisa langsung dibawa ke rumah sakit rujukan untuk diisolasi. Pemkab Mojokerto juga sudah menyiapkan tiga titik skrining dalam mengantisipasi arus kedatangan pemudik.

Yakni di Exit Tol Penompo di Kecamatan Jetis, Exit Tol Pageruyung di Kecamatan Gedeg serta di Pusat Perkulakan Sepatu Trowulan (PPST) di Kecamatan Trowulan. Di sana, pemudik yang melintasi atau tiba di Kabupaten Mojokerto, wajib didata dan diperiksa kesehatannya. Selain itu, Posko Pencegahan Covid-19 juga didirikan di 18 kecamatan yang ada.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar