Politik Pemerintahan

Antisipasi Manipulasi Nilai, BPPD Pasang Alat Perekam Pajak

Plt Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah Sidoarjo Ari Suryono (baju biru) melihat pemasangan alat perekam pajak di kafe.

Sidoarjo (beritajatim.com) – Guna merealisasikan target pajak Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Sidoarjo terus melakukan langkah untuk merealisasikan target pajak. Salah satunya dengan menambah pemasangan alat perekam pajak di restoran. Upaya tersebut juga merupakan bentuk tranparansi dalam penerimaan pajak oleh wajib pajak.

Sejumlah pegawai BPPD mendatangi Cafe House of Dorkas di kawasan Pagerwojo. Mereka memasang alat perekam pajak di cafe tersebut.

“Kami memasang alat perekam pajak beserta infrastruktur pendukungnya secara gratis. Hal itu dilakukan sebagai bentuk upaya kita untuk mengejar target perolehan pajak dengan cara tranparansi,” ujar Plt Kepala BPPD Sidoarjo Ari Suryono Jumat (30/7/2021).

Ari menambahkan, dengan dipasangnya alat perekam pajak itu, semua laporan pembelian di kafe yang terpasang alat tersebut akan langsung terekam ke kantor BPPD. Sehingga tidak ada manipulasi terkait perolehan pajak.

“Jadi pembayaran pajak yang dilakukan wajib pajak sesuai dengan data alat perekam yang sudah kita terima,” tandasnya.

Pria yang juga Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sidoarjo itu mengakui, saat ini memang masih banyak hotel dan restoran yang belum terpasang alat perekam pajak. Dari 800 hotel dan restoran, baru 160 yang sudah terpasang alat perekam pajak.

“Secara bertahap akan kita pasang nantinya di semua hotel dan restoran,” imbuhnya.

Pada 2021, target pajak hotel dipatok Rp 10,7 miliar. Hingga kini sudah terealisasi 78 persen. Sedangkan untuk pajak restoran ditarget Rp 63 miliar dengan pencapaian saat ini baru 37 persen.

Menurutnya, sistem pembayaran pajak tersebut merupakan bentuk kerjasama antara tiga pihak. Yakni pemilik restoran maupun hotel, BPPD serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Dengan tranparansi tidak bisa main-main dan tidak bisa saling curiga,” tegasnya.

Pengelola Cafe House of Dorkas Rizky mengatakan, menyambut baik bantuan BPPD untuk memasang alat perekam pajak di kafenya. Dia berharap dengan banyaknya pembeli di kafe bisa ikut membantu pendapatan pajak daerah.

“Kita juga senang karena sistemnya sudah transparan,” terangnya. [isa/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar